Dies Communitatis Fakultas Filsafat UNPAR 45 Tahun

Kamis, 5 Juni 2014, bertempat di Gedung Fakultas Filsafat Jl. Nias No 2, diadakan Dies Communitatis ke 45 Fakultas Filsafat UNPAR. Rangkaian acara dimulai dengan misa syukur yang dipersembahkan oleh Pastor Antonius Subianto Bunjamin, OSC. Dalam khotbahnya, Pastor Anton menjelaskan pentingnya komunikasi di antara sesama agar dapat saling memahami. Beliau juga mengharapkan agar di usia Fakultas Filsafat yang ke-45 tahun ini, seluruh komunitasnya bisa lebih baik lagi serta mampu memberikan pelayanan secara menyeluruh.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Filsafat, Pastor C. Harimanto Suryanugraha, Drs., SLL. Dalam sambutannya, diawali dengan ungkapan syukur, dilaporkan pula atas usia Fakultas Filsafat yang sudah berusia 45 tahun. Dilaporkan kondisi terkini dari Fakultas Filsafat, yakni penerimaan mahasiswa baru sebanyak 23 orang, serta kebanggaan bagi Fakultas Filsafat atas diangkatnya alumni civitas akademika sebagai Uskup Bandung yang baru.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Oratio Dies yang disampaikan oleh Pastor Onesius Otenieli Daeli, SS., M.Hum., Ph.D dengan judul “Ci Opak, Cemen Opak, Mengenal Asmat Lewat Perahu”. Beliau menjelaskan bahwa salah satu cara untuk mengenal budaya suatu masyarakat adalah dengan memilih objek atau event tertentu sebagai fokus studi atau diskusi. Pastor Ote memilih dan menggunakan ci (perahu Asmat) untuk mempelajari sekaligus mengenalkan Asmat kepada dunia luar, khususnya di Fakultas Filsafat Unpar.  Ini dikarenakan ci merupakan bagian integral dalam hidup masyarakat Asmat. Sebagai permulaan kita akan diberitahu mengenai wilayah Asmat yang disekelilingnya dipenuhi sungai-sungai serta lingkup geografis wilayah ini. Selanjutnya Pastor Ote menjelaskan beberapa pendapat tentang orang Asmat. Beliau mengutip pendapat beberapa tokoh dari luar Asmat (etic perspective) serta dari tokoh Asmat (emic perspective). Etic perspective melihat dari hal yang sifatnya fisik, sedangkan emic perspective melihat dari sisi internalnya yang terkait dengan hal-hal seperti kepribadian dan filosofi hidup.

Setelah Oratio, acara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat dari Rektor UNPAR, Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D., kepada Pastor Ote. Beliau juga mengucapkan selamat atas terlaksananya acara Dies ini serta atas terpilihnya Pastor Antonius Subianto Bunjamin, OSC sebagai Uskup Bandung yang baru. Acara ditutup dengan ramah tamah dan kegiatan komunitas bersama.