BandungBergerak.id – Pembahasan tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan di berbagai media sosial. Ada banyak pendapat mengenai program KKN yang dianggap tidak bermanfaat bagi warga sekitar, atau bahkan cerita mengenai mahasiswanya sendiri yang bermalas-malasan untuk menjalankan kegiatan tersebut. Setidaknya seperti itu cerita yang ditulis pada dua artikel dari Mojok.co yang berjudul “Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Mahasiswa KKN: Nggak Bantu Atasi Masalah Desa, Cuma Bisa bikin Les dan Acara 17 Agustusan” dan juga “Malu KKN bareng Mahasiswa Bandung: 30 Hari Nggak Ngapa-ngapain dan Ogah Bantu Warga, Isinya Malas-malasan di Posko”.

Berangkat dari hal tersebut, Penulis yang saat ini sedang menjalankan “KKN” merasa cukup resah juga terhadap program ini. Apakah memang warga di tempat Penulis sekarang memang kurang berkenan dengan kehadiran kami, atau apakah kami juga dianggap lebih bermalas-malasan di desa jika dibandingkan dengan kelompok KKN dari kampus lainnya juga? Tetapi sebenarnya yang penulis lakukan bukanlah secara persis KKN yang dibayangkan kebanyakan orang, melainkan suatu kegiatan bernama Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM). ……. (selanjutnya baca: PPPM, Sebuah Cerita KKN Bagi Mahasiswa Filsafat Unpar | Bandu…)
Tulisan ditulis berdasarkan sumber “PPPM, Sebuah Cerita KKN Bagi Mahasiswa Filsafat Unpar” yang ditulis oleh Fathan di bandungbergerak.id

