Gagasan Sore 1: Filsafat, Perlu Gitu Cuy?

BandungBergerak – Filsafat kadang dicari dan dirindukan, tetapi kadang dihindari bahkan ditolak. Untuk yang pertama barangkali alasannya karena filsafat menyediakan dan menyajikan suatu kenikmatan bernalar yang tak ditemukan atau tersedia melalui ilmu pengetahuan pada umumnya, dan untuk yang kedua bisa jadi karena ketika bernalar, filsafat akan membantu memberikan pertumbuhan bagi pemikiran dan  perkembangan bagi pengetahuan yang semakin dalam dan kritis. Jujur, karakter filsafat yang kritis, tajam, dan detail memang meresahkan bagi yang sudah asyik dengan dunianya yang mapan dan stabil. Apalagi mereka yang memang tidak terbiasa dengan cara kerja dialektika filosofis di mana sebuah sintesis tidak pernah sungguh-sungguh stabil dan permanen karena pada dirinya sendiri akan runtuh menjadi tesis baru yang berhadapan dengan anti-tesis. Cara kerja semacam itu memang mengancam apa pun yang terlanjur menyebut dirinya benar, universal, dan mapan.    

Diskusi ini sekedar memberikan gambaran dan sedikit, barangkali, pembelaan terhadap berbagai ide keliru tentang filsafat sekaligus pembenaran alasan filsafat tetap diperlukan dalam kehidupan dewasa ini.

Keliru Pikir tentang Filsafat

Ada banyak salah paham yang berkelintaran di pikiran banyak orang awam tentang filsafat. Tentu saja, keliru pikir tersebut bisa dimaklumi mengingat tidak semua orang familier dengan filsafat, bahkan sebagian lainnya barangkali anti-filsafat. Saya akan mencoba menginventarisasi beberapa yang sempat saya pikirkan.

Pertama bahwa filsafat itu hanya bikin pusing dan kadang jawabannya berputar-putar tanpa ujung sehingga membingungkan. Kedua, filsafat tidak memiliki kegunaan praktis dan tidak bisa dipakai untuk menghasilkan uang. Ini barangkali jenis salah paham yang paling banyak dijumpai. Salah paham lain yang sering ditemukan juga bahwa filsafat itu bisa membuat orang menjadi ateis. Dalam pandangan kaum awam, filsafat itu identik dengan belajar menjadi ateis. Yang lain menganggap filsafat identik dengan kepandaian atau kecerdikan memainkan kata-kata dan berorientasi pada opini sambil duduk-duduk sepanjang hari tanpa akhir.

Banyak juga yang beranggapan bahwa filsafat berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan abstrak dengan istilah-istilah  yang sering kali terlalu rumit sehingga tidak mudah dipahami karena itu, tidak selalu cocok untuk percakapan santai. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa filsafat sebenarnya sama seperti teologi atau kegiatan keagamaan lainnya, atau bahwa sebagian besar melibatkan meditasi. Terakhir sejauh yang saya renungkan ada juga yang menganggap filsafat sama dengan psikologi atau bahkan mirip dengan ilmu ramalan. Dan masih banyak anggapan-anggapan lainnya yang menunjukkan betapa lemahnya pemahaman masyarakat kebanyakan tentang filsafat.  

Anggapan-anggapan tersebut tentu saja bisa dimaklumi dan justru menantang kesadaran filosofis dunia filsafat dan barangkali juga banyak pegiat filsafat lainnya. Setidaknya anggapan-anggapan tersebut berkontribusi mendorong suatu diskusi terbuka dengan masyarakat awam mengenai filsafat dan apa perlunya untuk dunia kita masa kini.

…………………….

Makalah merupkaan bahan diskusi yang disampaikan oleh Sylvester Kanisius L. pada disksi santai “Kelas Sore Filsafat” di Perpustakaan Bunga di Tembok pada tanggal 30 April 2026 dan telah dipublikasikan di BandungBergerak.id.
Selengkapnya, silahkan klik: Filsafat, Perlu Gitu Cuy? | BandungBergerak.id.         

(—karena filsafat bukan hanya tentang berpikir, tetapi tentang hidup yang bermakna, ICS – Yusuf S)

Berita Terkini

Latest News

P3M 2026: UNPAR Menitipkan Mahasiswa untuk Belajar Bersama Masyarakat Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebagai penanda dimulainya pelaksanaan Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) 2026, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melaksanakan prosesi serah terima peserta kepada pemerintah desa mitra, yaitu Desa...

P3M Pagerwangi: FGD Bersama Kader PKK Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Dyonisius Maurino Gunarto, Josep Aldo Setiawan, Stefanus Elkana Soget, dan Aloysius Dani Christianto,...

P3M Cibodas: Sowan ke Karang Taruna Babakan Gentong, Mahasiswa Mendalami Kehidupan dan Resiliensi Warga

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melakukan sowan dan diskusi bersama Karang Taruna Kampung Babakan Gentong, Desa Cibodas. Kegiatan yang berlangsung...

P3M Cikahuripan: Menggali Pengalaman Relawan Bencana di Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di Desa Cikahuripan melakukan pertemuan dan diskusi bersama Ibu Nia, Ibu Ai, dan sejumlah relawan bencana Desa...

P3M Cibodas: Kesiapsiagaan Menghadapi Sesar Lembang dalam Focus Group Discussion Bersama Ibu-Ibu PKK RW 15

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebuah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Ibu-Ibu PKK RW 15 telah sukses diselenggarakan di Desa Cibodas pada Jumat, 14 Agustus 2026. Menghadirkan 8 orang peserta secara aktual, diskusi yang berlangsung pukul...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g