FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang terus menua dalam perjalanannya tetap menunjukkan dinamika dan relevansinya di era kontemporer. Salah satu wujud nyata dari dinamika tersebut adalah kehadiran komunitas Integrated Art yang membawa perspektif segar dalam menghidupkan berbagai disiplin ilmu, sekaligus meremajakan wajah gedung bersejarah UNPAR di Jalan Aceh.
Dalam refleksinya, Rektor UNPAR menyoroti bagaimana seni mampu memberikan keseimbangan dan warna baru bagi kehidupan akademik. “Saat ini, pergerakan dan aktivitas yang berjalan sering kali terasa mekanistik, mirip dengan kerja sains. Namun, dengan adanya integrated art, akan ada warna baru yang hadir. Seni mengajak kita melihat dasar-dasar pengetahuan dengan cara yang berbeda dan lebih hidup,” ungkap Rektor dalam sambutannya.
Nyawa Baru bagi Gedung Lama
Salah satu sorotan utama dalam kesempatan ini adalah transformasi Gedung Jalan Aceh. Sebagai salah satu gedung lama, bangunan ini sebelumnya lekat dengan cara pandang dan citra masa lalu. Namun, berkat inisiatif dan sentuhan Integrated Art, gedung ini kini dipandang dengan nyawa dan aura yang sepenuhnya baru.
Rektor menyampaikan apresiasi mendalam kepada rekan-rekan Integrated Art yang bersedia memanfaatkan, memikirkan, dan mengoptimalkan ruang di gedung ini dengan pendekatan yang inovatif. “Terima kasih kepada teman-teman Integrated Art yang bersedia menggunakan dan memikirkan gedung ini dengan cara yang baru. Kehadiran kalian membawa aura baru bagi bangunan yang sarat sejarah ini,” tambahnya.
Promosi dan Jawaban bagi Masa Depan
Lebih jauh, Rektor melihat bahwa revitalisasi melalui Integrated Art ini bukan sekadar pembaruan fisik atau artistik, melainkan sebuah strategi kultural. “Melalui gedung Integrated Art ini, UNPAR bisa dipromosikan dengan cara yang unik. Kita ingin menunjukkan bahwa UNPAR memiliki sesuatu yang menarik, yang mampu memberikan jawaban atas berbagai tantangan dan masalah di masa depan,” tegasnya.
Rektor juga memberikan selamat dan apresiasi kepada seluruh warga Integrated Art yang telah berani berinisiatif menciptakan terobosan baru. Kolaborasi antara seni, ruang bersejarah, dan pemikiran akademis ini diharapkan menjadi katalisator bagi kreativitas dan inovasi di lingkungan universitas.
Berkat bagi Langkah Baru
Sebagai penanda spiritual dan berkat bagi ruang baru ini, Mgr. Laurentius Tarpin, OSC (Magister General OSC) berkenan hadir secara istimewa untuk memberkati Gedung Jalan Aceh yang kini menjadi ruang Integrated Art. Kehadiran dan berkat dari Mgr. Laurentius Tarpin, OSC menjadi momen sakral yang menyempurnakan harapan akan lahirnya karya-karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga bermakna dan membawa damai.
“Semoga semua langkah inisiatif ini membawa berkat, membawa damai bagi kita semua, dan semoga Tuhan senantiasa memberkati setiap karya yang lahir dari ruang ini,” tutup Rektor mengakhiri refleksinya.
Harapannya, sinergi antara seni, ruang bersejarah, dan nilai-nilai spiritual ini akan terus menginspirasi warga UNPAR untuk terus berinovasi, merenung, dan berkarya bagi kebaikan bersama (ICS – Yusuf S).


