Pameran LO.T.R.E: Eksplorasi Makna Seni Melalui Sistem Lotre dalam Apresiasi Karya Mahasiswa Integrated Arts UNPAR

Fakultas Filsafat, 2026 – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui program Studi Integrated Arts kembali menghadirkan terobosan dalam dunia apresiasi seni dengan menyelenggarakan Pameran LO.T.R.E yang merupakan akronim dari “(LO)ket (T)ukar (R)elasi & (E)kspektasi”. Pameran ini menampilkan karya-karya mahasiswa Studio Poetika Interimajinasi dengan pendekatan unik menggunakan sistem lotre dalam apresiasi seni.

Pameran LO.T.R.E lahir dari pertanyaan mendasar tentang bagaimana sebuah karya seni dapat dianggap bernilai. Dalam banyak situasi, nilai seni sering kali dianggap lahir dari kualitas intrinsik yang dimilikinya—kemampuan teknis, kedalaman gagasan, atau keunikan bentuk yang ditawarkan. Namun, pameran ini mengajak pengunjung untuk melihat lebih dekat bagaimana karya-karya seni beredar di tengah masyarakat dan bagaimana nilai tidak selalu terbentuk melalui kualitas intrinsik semata.

Sistem Lotre sebagai Bentuk Kritik dan Eksperimen

“Pameran ini menggunakan sistem lotre untuk mengapresiasi karya dan gagasan mahasiswa Studio Poetika Interimajinasi, Integrated Arts UNPAR. Setiap pengunjung memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, membentuk relasi baru, dan menetapkan ekspektasinya masing-masing,” ujar Intan Mareta Prasiwi, salah satu penggagas pameran.

Proses membeli dan memiliki karya dalam pameran ini tidak lagi ditentukan oleh preferensi, harga, maupun reputasi, melainkan oleh gagasan mendasar mengenai akses pada kesenian. Sistem lotre dipilih bukan sebagai permainan keberuntungan semata, tapi untuk memperlihatkan bahwa proses distribusi perhatian dan kesempatan dalam medan seni tidak perlu berjalan secara linear dan bisa dialami secara playful.

Refleksi atas Industri Seni Kontemporer

Pameran ini juga mendorong refleksi kritis terhadap konteks penciptaannya pada kegelisahan mahasiswa Integrated Arts dalam proses belajar kesenian dan persoalan kemanusiaan melalui berbagai mata kuliah. Ketika industri kesenian sinonim dengan perputaran dan akumulasi uang dalam skala besar, pameran ini mengajak pengunjung untuk bertanya: bagaimana cara kita menghargai karya hasil kerja mahasiswa dalam ruang pendidikan? Apakah lotre dengan harga seperti makanan Padang ini menjadi tawaran baru, sekaligus kritik, bagi proses pembentukan nilai dalam industri kesenian yang semakin eksploitatif?

Pertanyaan-pertanyaan lanjutan ini mengikuti proses berpikir dalam merancang Pameran LO.T.R.E. Namun, pertanyaan-pertanyaan ini bukan untuk dijawab sendirian. Kehadiran, pilihan, dan keputusan setiap pengunjung turut membentuk pameran secara keseluruhan. Sebuah karya mungkin menemukan pemiliknya hari ini, sementara karya lain mungkin menunggu lebih lama untuk ditemukan.

Ketidakpastian sebagai Bagian dari Proses

“Dalam ketidakpastian itulah kita kembali ke pertanyaan awal yang ingin dibagikan kepada setiap pengunjung: apakah sesuatu menjadi bernilai karena kualitasnya, atau karena cara dan momentum kita bertemu dengannya?” tambah Intan.

Pameran LO.T.R.E menghadirkan pendekatan segar dalam dunia apresiasi seni, di mana nilai tidak lagi semata-mata ditentukan oleh pasar atau kritikus, tetapi oleh pengalaman langsung dan keberanian untuk terlibat dalam proses yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi. Melalui konsep ini, mahasiswa Integrated Arts UNPAR menunjukkan komitmen mereka untuk terus mengeksplorasi batas-batas seni dan menciptakan ruang dialog yang lebih inklusif dan reflektif.

Pameran ini menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Filsafat UNPAR dalam mengembangkan wacana seni kontemporer yang kritis, inovatif, dan relevan dengan dinamika masyarakat masa kini (ICS – Yusuf S).

Berita Terkini

Latest News

Fakultas Filsafat UNPAR Ramaikan UNPAR XPERIENCE 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif yang Memikat Gen Z

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menggelar ajang tahunan bertajuk UNPAR XPERIENCE yang berlangsung meriah pada 20 hingga 25 Juli 2026. Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara Open House ini adalah UNPAR XPERIENCE TALK,...

Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto: Peresmian Gedung Menjadi Pengakuan Eksistensi Integrated Art

UNPAR, 2026 – Momen peresmian gedung di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi momentum yang penuh makna bagi pengembangan dunia seni dan budaya di kampus. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto menyampaikan ucapan terima...

Refleksi Rektor UNPAR: Integrated Art Napaskan Jiwa Baru pada Gedung Bersejarah Jalan Aceh

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang terus menua dalam perjalanannya tetap menunjukkan dinamika dan relevansinya di era kontemporer. Salah satu wujud nyata dari dinamika tersebut adalah kehadiran komunitas Integrated Art yang membawa...

Dosen Fakultas Filsafat UNPAR, Willfridus Demetrius Siga, Tawarkan Perspektif Ekoteologi dan Keadilan Lingkungan dalam Saresehan Seren Taun Cigugur 2026

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen akademik dalam merespons krisis lingkungan, Dosen Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Willfridus Demetrius Siga, S.S., M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam "Saresehan Ekoteologi" yang...

Mahasiswa Integrated Arts UNPAR, Fathan Turamone, Gelar Pameran Tunggal “Seru Sendiri”

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa Prodi Studi Humanitas "Integrated Arts", Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Fathan, dengan nama panggung Fathan Turamone, menggelar pameran tunggal bertajuk "Seru Sendiri" yang berlangsung di Galeri Tjap Sahabat, Bandung....

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g