Anda berada di halaman:

You’re reading:

Sinesofia

Sinesofia

Gedung 06, Lantai 2

Di Fakultas Filsafat UNPAR, Jl. Nias No. 2, Bandung


SineSofia merupakan paduan kata dari cinema (sinema) yang berakar dari bahasa Yunani kinema (gerak/visual) dan sophia (kebijaksanaan/filsafat). Secara konseptual, istilah ini merujuk pada pertemuan dialektis antara seni perfilman dan refleksi filosofis, di mana film tidak lagi dipandang sekadar sebagai produk hiburan, melainkan sebagai medium ekspresi pemikiran yang mampu memuat pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang eksistensi, moralitas, pengetahuan, dan makna hidup. Dalam konteks pendidikan filsafat di fakultas filsafat, SineSofia berfungsi sebagai jembatan pedagogis yang menghubungkan teori abstrak dengan pengalaman konkret. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak menerjemahkan konsep-konsep filosofis klasik maupun kontemporer ke dalam narasi visual yang lebih mudah diakses, dihayati, dan dikritisi secara kolaboratif, sehingga ruang kelas berubah menjadi laboratorium pemikiran yang hidup dan relevan.

Film layak diperlakukan sebagai sumber kasanah berfilsafat yang sah karena struktur naratif dan estetika visualnya mampu menyajikan “eksperimen pemikiran” (thought experiment) yang multidimensi dan kontekstual. Setiap alur, simbol, dilema karakter, hingga pengambilan gambar menyimpan lapisan makna yang dapat dibedah melalui lensa hermeneutika, fenomenologi, filsafat seni, maupun etika terapan. Di titik ini, seni dan filsafat tidak berjalan terpisah; seni menyediakan ruang imajinatif dan emosional untuk “merasakan” persoalan, sementara filsafat menyediakan kerangka analitis untuk “memahami” dan mengevaluasinya. Belajar filsafat melalui film berarti melatih kepekaan interpretatif, mengasah penalaran kritis, serta menguji koherensi gagasan filosofis terhadap realitas manusia modern yang kompleks dan penuh paradoks.

Tujuan utama SineSofia dalam pendidikan filsafat adalah membentuk pola pikir yang reflektif, empatik, dan multidisipliner. Dengan menjadikan film sebagai teks filosofis, proses pembelajaran bergeser dari transmisi doktrin menuju dialog aktif antara penonton, karya, dan konteks sosial-budaya. Mahasiswa tidak hanya mengonsumsi cerita, tetapi dilatih untuk mempertanyakan asumsi tersembunyi, mengidentifikasi ketegangan nilai, dan merumuskan posisi etis mereka sendiri secara bertanggung jawab. Pada akhirnya, SineSofia menegaskan bahwa filsafat bukanlah disiplin yang terkurung di menara akademik, melainkan praktik hidup yang terus bernapas melalui medium seni—sebuah ruang di mana kebijaksanaan ditemukan bukan hanya melalui logika, tetapi juga melalui rasa, imajinasi, dan keterbukaan terhadap kemanusiaan yang utuh.

Berita Terkini

Latest News

Dosen Fakultas Filsafat UNPAR, Willfridus Demetrius Siga, Tawarkan Perspektif Ekoteologi dan Keadilan Lingkungan dalam Saresehan Seren Taun Cigugur 2026

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen akademik dalam merespons krisis lingkungan, Dosen Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Willfridus Demetrius Siga, S.S., M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam "Saresehan Ekoteologi" yang...

Mahasiswa Integrated Arts UNPAR, Fathan Turamone, Gelar Pameran Tunggal “Seru Sendiri”

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa Prodi Studi Humanitas "Integrated Arts", Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Fathan, dengan nama panggung Fathan Turamone, menggelar pameran tunggal bertajuk "Seru Sendiri" yang berlangsung di Galeri Tjap Sahabat, Bandung....

Praktikum Pengaba Paduan Suara: Saatnya Mahasiswa Integrated Arts & Peserta Kelas Terbuka Memimpin di Panggung

Fakultas Filsafat, 2026 – Prodi Studi Humanitas (Integrated Arts) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan kembali menghadirkan salah satu momen paling dinantikan dalam kalender akademiknya: Praktikum Pengaba Paduan Suara. Kegiatan ini menjadi puncak dari...

Melawan Gastrocolonialism, Meninjau Food Estate di Papua dan Pentingnya Hutan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

BandungBergerak – Keseragaman pangan seperti di Indonesia yang masih bergantung pada beras, mengekspos Indonesia pada kerentanan pangan terutama dalam jangka panjang. Adanya fluktuasi harga pangan internasional, perubahan iklim, atau bencana alam, dapat dengan...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g