Dosen Fakultas Filsafat UNPAR, Willfridus Demetrius Siga, Tawarkan Perspektif Ekoteologi dan Keadilan Lingkungan dalam Saresehan Seren Taun Cigugur 2026

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen akademik dalam merespons krisis lingkungan, Dosen Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Willfridus Demetrius Siga, S.S., M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam “Saresehan Ekoteologi” yang digelar dalam rangkaian Upacara Adat Seren Taun 1959 S (2026 M) di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Prasasti Peradaban Budaya untuk Masa Depan Bangsa” ini diselenggarakan di Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur. Saresehan ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan tokoh lintas agama, pemerintah, akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat adat untuk merespons tantangan ekologis serius di wilayah tersebut, seperti krisis sumber daya air dan gangguan keseimbangan ekosistem yang terjadi dalam dekade terakhir.

Dalam paparannya yang bertajuk “Menuju Tata Kelola Ekologi yang Berkelanjutan”, Willfridus menguraikan kritik mendalam terhadap paradigma pembangunan yang eksploitatif dan hierarkis. Ia memperkenalkan konsep Doughnut Economics dan Deep Ecology (Ekologi Dalam) yang menolak pandangan antroposentrisme, serta menyoroti fenomena Slow Violence (kekerasan lambat) yang kerap menimpa masyarakat adat dan lokal akibat eksploitasi sumber daya alam demi keuntungan sesaat.

Menariknya, Willfridus juga mengintegrasikan ajaran sosial Gereja dalam analisis ekologisnya. Ia mengutip Ensiklik Laudato Si’ tentang pentingnya pertobatan ekologis, serta menyinggung relevansi Ensiklik Magnifica Humanitas (2026) yang menekankan bahwa teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI), harus melayani manusia dan tidak memperburuk krisis ekologi akibat keputusan yang tidak bertanggung jawab. “Lingkungan hidup bukan sekadar objek ilmu pengetahuan, melainkan sebuah kearifan (wisdom) dan cara hidup yang selaras dengan alam,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.

Sebagai penutup paparan, Willfridus menawarkan sejumlah praktik baik yang dapat diupayakan bersama. Di antaranya, penerapan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) dalam melibatkan komunitas lokal, penegakan keadilan ekologis (distributif, prosedural, kontraktual, dan restoratif) dalam kebijakan publik, serta integrasi pendidikan lingkungan berbasis Deep Ecology ke dalam kurikulum pendidikan. Ia menekankan bahwa masyarakat harus diposisikan sebagai subjek dalam desain pembangunan dan pemasaran pariwisata yang ramah alam dan berkelanjutan.

Kehadiran Willfridus Demetrius Siga dalam forum strategis ini menegaskan peran Fakultas Filsafat UNPAR yang tidak hanya berkutat pada wacana teoretis di menara gading, tetapi juga turun langsung memberikan sumbangsih pemikiran kritis dan solutif bagi peradaban bangsa. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat adat ini diharapkan dapat memperkuat jejaring lintas iman serta menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret demi keberlanjutan ekosistem Cigugur dan Indonesia pada umumnya. (ICS – Yusuf S)


Berita Terkini

Latest News

Fakultas Filsafat UNPAR Ramaikan UNPAR XPERIENCE 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif yang Memikat Gen Z

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menggelar ajang tahunan bertajuk UNPAR XPERIENCE yang berlangsung meriah pada 20 hingga 25 Juli 2026. Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara Open House ini adalah UNPAR XPERIENCE TALK,...

Pameran LO.T.R.E: Eksplorasi Makna Seni Melalui Sistem Lotre dalam Apresiasi Karya Mahasiswa Integrated Arts UNPAR

Fakultas Filsafat, 2026 – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui program Studi Integrated Arts kembali menghadirkan terobosan dalam dunia apresiasi seni dengan menyelenggarakan Pameran LO.T.R.E yang merupakan akronim dari "(LO)ket (T)ukar...

Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto: Peresmian Gedung Menjadi Pengakuan Eksistensi Integrated Art

UNPAR, 2026 – Momen peresmian gedung di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi momentum yang penuh makna bagi pengembangan dunia seni dan budaya di kampus. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto menyampaikan ucapan terima...

Refleksi Rektor UNPAR: Integrated Art Napaskan Jiwa Baru pada Gedung Bersejarah Jalan Aceh

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang terus menua dalam perjalanannya tetap menunjukkan dinamika dan relevansinya di era kontemporer. Salah satu wujud nyata dari dinamika tersebut adalah kehadiran komunitas Integrated Art yang membawa...

Mahasiswa Integrated Arts UNPAR, Fathan Turamone, Gelar Pameran Tunggal “Seru Sendiri”

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa Prodi Studi Humanitas "Integrated Arts", Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Fathan, dengan nama panggung Fathan Turamone, menggelar pameran tunggal bertajuk "Seru Sendiri" yang berlangsung di Galeri Tjap Sahabat, Bandung....

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g