Anda berada di halaman:

You’re reading:

Extension Course

Extension Course Fakultas Filsafat berawal dari kegiatan Extension Course Filsafat. Kegiatan ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2004.  ECF merupakan kegiatan non-profit yang mengejawantahkan amanat Tri Dharma Perguruan tinggi Fakultas Filsafat, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sejak 2020, penyelenggaraan program ini diselenggarakan secara hybrid: daring dan luring. Dengan demikian, peserta program ini dapat datang dari penjuru Nusantara dan Internasional.

Program EC Fakultas Filsafat berangkat dari kebutuhan sebagian masyarakat yang ingin memperdalam wawasan dan wacananya secara kritis fenomena sosio-kultural dan kemanusiaan kontemporer, dalam konteks Indonesia, dan  peradaban global Mengingat keterbatasan waktu anggota masyarakat ini belum bisa mendalami bidang-bidang tersebut secara formal. Karena itulah, topik-topik yang dibahas dalam program Extension Course ini juga menyinggung tema-tema kunci tentang kondisi sosio-kultural dan kemanusiaan dalam program Sustainable Development Goals (SDGs).

Oleh sebab itu, program ini didesain dengan memakai kerangka berpikir interdispliner: mencakup bidang filsafat, teologi, budaya, seni dan kemanusiaan. Selain itu, pendekatan interdisipliner ini mengikutsertakan sudut pandang sains dan teknologi.

Fakultas Filsafat menyelenggarakan program ini sebanyak 1 tahun sekali. Setiap program berisi 12-14 kali pertemuan. Setiap pendekatan keilmuan seperti filsafat, teologi, ilmu budaya, sosial kemanusiaan, dan seni menggunakan 3 kali pertemuan. Jumlah pertemuan dalam program Extension Course disusun agar mendekati jumlah pertemuan minimal dalam masa pembelajaran 1 semester.

Berita Terkini

Latest News

Buka Puasa Bersama Fakultas Filsafat Unpar: Merajut Keberagaman dalam Suasana Suci

Di tengah hangatnya suasana menjelang dan selama bulan suci Ramadhan, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menggelar acara Buka Puasa Bersama yang sarat makna. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah perwujudan nyata dari...

Keraton Pakwan-Pajajaran

Kajian budaya sering kali berhadapan dengan paradoks antara kelangkaan bukti material dan kelimpahan ingatan kolektif. Dalam konteks sejarah Sunda, hal ini tampak jelas pada Kerajaan Pajajaran. Di satu sisi, peninggalan fisik yang dapat diverifikasi secara arkeologis...

Pantun Bogor, Sekularitas Lama, dan Imajinasi Pemerintahan Sunda

Kajian budaya kerap membuka jalan untuk memahami bagaimana masyarakat masa lalu menata hidup bersama, membangun sistem nilai, serta merumuskan relasi antara kekuasaan dan spiritualitas. Dalam konteks budaya Sunda, salah satu sumber refleksi yang menarik adalah tradisi...

Nyeker, Simbol Kesatuan Manusia dan Alam di Tengah Modernitas

Nyeker, secara umum kita pahami sebagai sebuah bentuk aktivitas fisik tanpa menggunakan alas kaki. Di zaman modern saat ini, menggunakan alas kaki, seperti sepatu atau pun sandal sudah menjadi kebiasaan dan standar dari menjalani aktivitas termasuk menjadi bagian dari...

Video

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Wisma Bintang Timur, Pangandaran

https://youtu.be/0PX86ALx7sE?si=Htfw90n4SVWL-2V9

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Ciamis

https://youtu.be/DXfygJrDTkg?si=UCxoFypBeKCDXX_H

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Desa Batukaras, Kab. Pangandaran

https://youtu.be/lOTant432m0?si=xRzxWlAdSKGbrMde

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Ciamis

https://youtu.be/nKfVC6dVXEc?si=UgHJu2dbgkGGHIYb