Anda berada di halaman:

You’re reading:

Capaian Pembelajaran Lulusan S-1 Studi Humanitas

  • 6222301 – Mahasiswa mampu mengkomunikasikan gagasan-gagasan secara sistematis dan kreatif serta berkinerja baik secara mandiri maupun interdisiplin.
  • 6222302 – Mahasiswa mampu mengevaluasi karya ilmu pengetahuan dan seni secara interdisipliner berdasarkan kebenaran (verum), kebaikan (bonum), dan keindahan (pulchrum).
  • 6222303 – Mahasiswa mampu mengamalkan spiritualitas dan nilai dasar Universitas Katolik Parahyangan (SINDU), iman kepada Tuhan, dan kesetiaan pada Pancasila.
  • 6222304 – Mahasiswa mampu merekonstruksi dan merumuskan (Pengetahuan 6, Keterampilan 5, Sikap 5) pemikiran filosofis tentang seni dan kebudayaan berdasarkan kemampuan menafsirkan (Pengetahuan 5), mengkritik (Pengetahuan 5), dan memproyeksikan (Pengetahuan 5) fenomena sosiokultural.
  • 6222305 – Mahasiswa mampu menuliskan, mengomunikasikan, dan menciptakan proyek kesenian (Sikap 5, Keterampilan 5) berdasarkan pemikiran filosofis dan gagasan mutakhir tentang seni dan kebudayaan (Pengetahuan 6).
  • 6222306 – Mahasiswa mampu merencanakan, mengelola, memfasilitasi, atau membuat (Pengetahuan 6, Keterampilan 5, Sikap 5) proyek kesenian dengan kesadaran etik dan legal (Sikap 5) berdasarkan (1) akumulasi (Pengetahuan 6) pengetahuan di bidang pengelolaan seni-budaya, dan (2) kecakapan dalam memproyeksikan (Pengetahuan 5) potensi kebudayaan lokal dan global.
  • 6222307 – Mahasiswa mampu menciptakan (Pengetahuan 6, Sikap 5, Keterampilan 5) gagasan baru, solusi, rancangan, karya kritik, dan proyek kesenian sesuai etika ilmiah, kaidah ilmu pengetahuan dan penelitian, serta sejalan dengan nilai humanitas (Sikap 5).
  • 6222308 – Mahasiswa mampu menghasilkan (Pengetahuan 6, Sikap 5, Keterampilan 5) proyek kesenian dan karya akademik yang bercorak interdisipliner, interkultural, serta kontekstual dan translokal berdasarkan kemampuan mengevaluasi (Pengetahuan 5) dan penghayatan (Sikap 5) situasi dan problem dunia aktual.
  • 6222309 – Mahasiswa mampu memaknai secara kritis pengalaman hidup keseharian dan realitas sosial, menghayati nilai humanitas (Sikap 5), serta mengamalkan secara kreatif dan inovatif nilai kolaborasi, kokreasi, partisipasi dan tanggung jawab sosial.fficia deserunt mollit anim id est laborum.

Berita Terkini

Latest News

Keraton Pakwan-Pajajaran

Kajian budaya sering kali berhadapan dengan paradoks antara kelangkaan bukti material dan kelimpahan ingatan kolektif. Dalam konteks sejarah Sunda, hal ini tampak jelas pada Kerajaan Pajajaran. Di satu sisi, peninggalan fisik yang dapat diverifikasi secara arkeologis...

Pantun Bogor, Sekularitas Lama, dan Imajinasi Pemerintahan Sunda

Kajian budaya kerap membuka jalan untuk memahami bagaimana masyarakat masa lalu menata hidup bersama, membangun sistem nilai, serta merumuskan relasi antara kekuasaan dan spiritualitas. Dalam konteks budaya Sunda, salah satu sumber refleksi yang menarik adalah tradisi...

Nyeker, Simbol Kesatuan Manusia dan Alam di Tengah Modernitas

Nyeker, secara umum kita pahami sebagai sebuah bentuk aktivitas fisik tanpa menggunakan alas kaki. Di zaman modern saat ini, menggunakan alas kaki, seperti sepatu atau pun sandal sudah menjadi kebiasaan dan standar dari menjalani aktivitas termasuk menjadi bagian dari...

Abdimas untuk NTT: Kolaborasi Menuju Kesejahteraan

Beberapa waktu terakhir, isu seputar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi sorotan dalam dunia pendidikan Indonesia. Perbincangan ini menyentuh aspek hak dan kewajiban penerima beasiswa, tanggung jawab moral, nasionalisme, serta komitmen untuk berbakti...