Interdomus Fakultas Filsafat: Abah Enjum Dimyati Menjembatani Kearifan Sunda, Ekologi, dan Spiritualitas

FILSAFAT.AC.ID, BANDUNG, 7 Mei 2026 – Kegiatan Interdomus berlangsung di Fakultas Filsafat pada Rabu (7/5/2026), menghadirkan ruang dialog lintas tradisi yang mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, dan kultural. Melalui paparan dialogisnya, seniman tradisi Sunda Enjang Dimyati (Abah Enjum) menyoroti relevansi kearifan lokal dalam merespons tantangan ekologis kontemporer, sekaligus mengajak para frater dan suster untuk menyelaraskan kembali “frekuensi” yang menghubungkan manusia, alam, dan Yang Ilahi.

Interdomus merupakan ajang kebersamaan antarbiara, konven, dan seminari yang dirancang khusus untuk mempererat persaudaraan, solidaritas, serta dialog antarmahasiswa Fakultas Filsafat—khususnya para calon imam. Kegiatan ini tidak hanya mengandalkan refleksi dan doa bersama, tetapi juga membuka ruang ekspresi seni sebagai medium pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Pelaksanaannya kali ini menjadi wujud implementasi nyata dari jejaring kolaborasi yang telah lama terjalin di antara para pemangku kepentingan Fakultas Filsafat, mencakup komunitas religius, rumah-rumah pembinaan, hingga para pelaku seni yang turut hadir sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Abah Enjum menegaskan bahwa kesenian Sunda—khususnya Reak—bukan sekadar pertunjukan estetis, melainkan cerminan harmoni kosmis yang telah diwariskan oleh para leluhur. Ia mengaitkan praktik pelestarian budaya dengan tanggung jawab ekologis, sekaligus mengajak para peserta untuk membaca tanda-tanda zaman melalui lensa kearifan lokal. “Ketika alam terganggu, kita sebenarnya kehilangan irama yang menyatukan kita dengan Sang Pencipta. Seni tradisi mengajarkan kita untuk kembali mendengar, merawat, dan hidup selaras,” paparnya di hadapan para frater, suster, dan dosen yang hadir.

Abah Enjum dikenal luas sebagai pelestari dan inovator kesenian Reak di Kota Bandung. Sejak mendirikan Sanggar Seni Reak Tibelat di Pasir Biru, Cibiru, pada tahun 2006, ia aktif mengembangkan pendidikan karakter berbasis budaya melalui latihan Reak dan Kuda Lumping. Dedikasinya menjadikan sanggar tersebut tidak hanya sebagai tempat berlatih, tetapi juga laboratorium hidup yang menekankan nilai kekeluargaan, disiplin, dan penghormatan terhadap lingkungan.

Kehadiran Abah Enjum dalam Interdomus menegaskan komitmen Fakultas Filsafat untuk menjadikan ruang akademik sebagai jembatan antara tradisi, iman, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan bagi dialog antaragama dan antarbudaya yang responsif terhadap krisis ekologi, sekaligus memperkaya formasi spiritual dan intelektual para calon pemimpin religius masa depan.

Integrasi seni, refleksi, dan dialog ekologis dalam Interdomus diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam menghayati panggilan hidup berkomunitas. “Frekuensi yang menghubungkan manusia, alam, dan Yang Ilahi tidak pernah padam; kita hanya perlu menyelaraskan kembali langkah kita,” tutup Abah Enjum, mengakhiri sesi yang disambut tepuk tangan hangat dari seluruh peserta yang hadir (-ICS- Yusuf S).

Berita Terkini

Latest News

P3M 2026: UNPAR Menitipkan Mahasiswa untuk Belajar Bersama Masyarakat Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebagai penanda dimulainya pelaksanaan Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) 2026, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melaksanakan prosesi serah terima peserta kepada pemerintah desa mitra, yaitu Desa...

P3M Pagerwangi: FGD Bersama Kader PKK Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Dyonisius Maurino Gunarto, Josep Aldo Setiawan, Stefanus Elkana Soget, dan Aloysius Dani Christianto,...

P3M Cibodas: Sowan ke Karang Taruna Babakan Gentong, Mahasiswa Mendalami Kehidupan dan Resiliensi Warga

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melakukan sowan dan diskusi bersama Karang Taruna Kampung Babakan Gentong, Desa Cibodas. Kegiatan yang berlangsung...

P3M Cikahuripan: Menggali Pengalaman Relawan Bencana di Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di Desa Cikahuripan melakukan pertemuan dan diskusi bersama Ibu Nia, Ibu Ai, dan sejumlah relawan bencana Desa...

P3M Cibodas: Kesiapsiagaan Menghadapi Sesar Lembang dalam Focus Group Discussion Bersama Ibu-Ibu PKK RW 15

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebuah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Ibu-Ibu PKK RW 15 telah sukses diselenggarakan di Desa Cibodas pada Jumat, 14 Agustus 2026. Menghadirkan 8 orang peserta secara aktual, diskusi yang berlangsung pukul...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g