Kisah di Balik Meja Makan, dari Perjuangan Family Man sampai Saksi Revolusi di Batukaras

Tentang Artikel Ini Konten yang Anda baca ini adalah publikasi ulang dari tulisan yang telah terbit di laman resmi BandungBergerak. Kami menghargai integritas jurnalistik dan hak kekayaan intelektual. Oleh karena itu, pembaca dipersilakan untuk mengakses dan merujuk langsung ke tautan sumber asli guna mendapatkan pengalaman membaca yang utuh serta memastikan validitas informasi. Sumber: Kisah di Balik Meja Makan,…

BandungBergerak.id – Ini merupakan sebuah kisah yang diambil dari penelitian kelompok P3M dusun Cidahu, Desa Batukaras, Kec. Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Di dusun Cidahu, kami mendapat tugas dari Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) untuk meneliti tentang kerentanan ketahanan pangan orang-orang kurang mampu baik secara ekonomi maupun ketahanan pangan itu sendiri.

Warga Jabar selatan melintas di atas jembatan sederhana di Cijulang, Pangandaran, 2016. (Foto: Prima Mulia; Sumber: BandungBergerak.id)

Kami mewawancarai beberapa warga kurang mampu baik lansia maupun warga muda yang belum menyentuh genap 50 tahun. Kami melontarkan beberapa pertanyaan mudah, seperti: “Dalam sehari makan beberapa kali? Apakah makannya dengan lauk? Jika iya, lauk apakah yang dimakan? Sayuran atau daging (ayam, sapi, kambing)?” Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berkaitan dengan makanan dan aset. Yang menarik ialah jawaban mereka, mayoritas memiliki sawah dan hasilnya untuk dikonsumsi diri sendiri. Selain itu, hasil sawah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan beras mereka sampai panen berikutnya. Warga yang kami wawancarai memiliki kebiasaan makan dua hari sekali, diiringi dengan lauk sayuran dan jika tidak ada lauk sambal pun mereka merasa cukup.

Keluarga yang tidak mampu ini, biasanya diberikan bantuan oleh pemerintah berupa uang tunai dan sembako. Bantuan yang biasa mereka dapatkan adalah PKH dan BPNT. Mereka bersyukur mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun yang unik mereka tidak bergantungan pada bantuan tersebut. “Ada bantuan syukur, jika tidak ada juga tidak apa-apa,” ucap kakek Ucup (nama samaran) berusia 65 tahun. Mentalitas seperti ini yang kami harapkan ada di tengah masyarakat, bukan mentalitas minta-minta yang sering ditemui, khususnya, di kalangan muda.          

Sebelum membahas lebih dalam, lebih baik kita membahas soal profesi yang dikerjakan oleh masyarakat kurang mampu ini. Di tulisan ini, kami hanya menceritakan tiga orang dengan latar belakang di antaranya memiliki profesi sebagai pengrajin sapu lidi dan pemandu wisata. Pengrajin sapu lidi ini ialah dua orang lansia, sepasang suami-istri yang sudah mengalami asam-manisnya kehidupan. Selanjutnya, pemandu wisata merupakan seorang ayah yang memiliki tekad kuat untuk menghidupi dua anaknya di tengah lesunya ekonomi nasional dan internasional. Terakhir adalah seorang kakek berusia 65 tahun, tidak bekerja karena memiliki penyakit stroke………. lanjutkan dengan klik sumber Asli: Kisah di Balik Meja Makan..

Michael Angelo Bryan
(Peserta P3M, 2025)

Berita Terkini

Latest News

P3M 2026: UNPAR Menitipkan Mahasiswa untuk Belajar Bersama Masyarakat Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebagai penanda dimulainya pelaksanaan Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) 2026, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melaksanakan prosesi serah terima peserta kepada pemerintah desa mitra, yaitu Desa...

P3M Pagerwangi: FGD Bersama Kader PKK Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Dyonisius Maurino Gunarto, Josep Aldo Setiawan, Stefanus Elkana Soget, dan Aloysius Dani Christianto,...

P3M Cibodas: Sowan ke Karang Taruna Babakan Gentong, Mahasiswa Mendalami Kehidupan dan Resiliensi Warga

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melakukan sowan dan diskusi bersama Karang Taruna Kampung Babakan Gentong, Desa Cibodas. Kegiatan yang berlangsung...

P3M Cikahuripan: Menggali Pengalaman Relawan Bencana di Desa

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di Desa Cikahuripan melakukan pertemuan dan diskusi bersama Ibu Nia, Ibu Ai, dan sejumlah relawan bencana Desa...

P3M Cibodas: Kesiapsiagaan Menghadapi Sesar Lembang dalam Focus Group Discussion Bersama Ibu-Ibu PKK RW 15

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebuah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Ibu-Ibu PKK RW 15 telah sukses diselenggarakan di Desa Cibodas pada Jumat, 14 Agustus 2026. Menghadirkan 8 orang peserta secara aktual, diskusi yang berlangsung pukul...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g