Pada Semester Genap 2022/2023, Program Pengabdian dan Penelitian Mahasiswa (PPPM) diikuti oleh 46 mahasiswa Program Sarjana Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan dari tiga konsentrasi studi. Berdasarkan hasil asesmen dan pemetaan wilayah yang dilakukan oleh tim dosen Fakultas Filsafat UNPAR bersama Caritas Keuskupan Bandung, kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran. Tema yang diangkat adalah “Potensi Lokal dalam Mewujudkan Masyarakat yang Tangguh, Rukun, dan Berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran.”

A. OVERVIEW

Program Pendidikan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) merupakan mata kuliah wajib di Fakultas Filsafat UNPAR. Program PPPM ini dikembangkan oleh Fakultas Filsafat UNPAR dan menjadi salah satu mata kuliah wajib untuk Kurikulum 2018 bagi seluruh mahasiswa program Sarjana di bawah Fakultas Filsafat UNPAR dengan bobot sks sebesar 2 sks. Metode/bentuk pembelajaran untuk mata kuliah PPPM ini berupa Kuliah Kerja Nyata dengan durasi pembelajaran yaitu 170 menit per sks.

Mata kuliah ini dirancang sebagai bentuk aktivitas pendidikan karakter luar kelas (kuliah lapangan) dalam rangka realisasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa. Secara garis besar, program PPPM ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan khusus dan tematik seperti pastoral, spiritualitas, sosial ekonomi, kultural, dan lingkungan hidup yang terkait erat dengan road map penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan di Fakultas Filsafat. Program ini dilaksanakan pada semester genap bagi mahasiswa semester VI Program Studi Filsafat Program Sarjana, konsentrasi Filsafat Keilahian, Filsafat Budaya, dan Integrated Arts (IA). Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diajak untuk lebih dekat melihat persoalan yang ada di masyarakat serta melihat/menggali potensi-potensi lokal yang bisa dikembangkan untuk mengatasi persoalan yang ditemui sehingga membawa dampak bagi masyarakat atau komunitas yang didampingi. Selain berdampak bagi masyarakat/komunitas dampingan, program PPPM ini juga berdampak bagi peningkatan kapasitas mahasiswa yang ikut terlibat dalam kegiatan PPPM.

Pemberdayaan mahasiswa diarahkan pada kemampuan untuk bertindak secara efektif dan mengendalikan diri melalui pengalaman belajar, intelektualitas, dan karakter personal. Pemberdayaan muncul ketika mahasiswa mampu memberi pengaruh positif dan menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat. Dengan kata lain, capaian dari mata kuliah ini adalah model pendekatan yang ideal guna mencapai prinsip-prinsip pemberdayaan pendidikan dari hasil pengalaman konkret, kemampuan mengidentifikasi, dan diterapkan secara transparan dan akuntabel.

Di semester genap 2022/2023, kegiatan PPPM diikuti oleh sebanyak 46 orang mahasiswa dari 3 (tiga) konsentrasi studi di bawah Program Studi Filsafat Program Sarjana. Berdasarkan hasil assessment dan pemetaan area yang dilakukan oleh tim dosen dari FF UNPAR bekerjasama dengan Caritas Keuskupan Bandung, kegiatan PPPM di semester ini dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran dengan tema “Potensi Lokal dalam Mewujudkan Masyarakat yang Tangguh, Rukun, dan Berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran”.

Pemilihan Kabupaten Pangandaran menjadi lokasi PPPM, dikarenakan beberapa pertimbangan, yaitu: aspek ragam budaya di masyarakat Kabupaten Pangandaran berupa sistem kepercayaan, sistem nilai, kesenian serta serta lembaga masyarakat yang belum banyak dipelajari dan diperkenalkan sebagai kekayaan budaya yang mendukung pertumbuhan Kabupaten Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB). Oleh karena itu, keterlibatan para mahasiswa peserta PPPM mencakup beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pengembangan pariwisata berbasis komunitas lokal (desa) berdasarkan sistem yang kuat agar berkembang dan berkelanjutan.
  2. Dampak pariwisata terhadap perilaku dan cara berpikir yang lebih terbuka terhadap keberagaman di Kabupaten Pangandaran.
  3. Persepsi keterbukaan masyarakat terhadap warga pendatang sebagai dampak pariwisata yang berkembang di Kabupaten Pangandaran.
  4. Bentuk kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana alam.

B. LOKASI

Kegiatan PPPM di semester Genap 2022/2023 ini berlokasi di 3 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran dengan sebaran lokasi sebanyak 6 desa.

Adapun 3 (tiga) kecamatan yang dipilih sebagai lokasi pendampingan, yaitu:

  1. Kecamatan Pangandaran
  2. Kecamatan Cijulang
  3. Kecamatan Parigi

Sedangkan 6 (enam) desa yang menjadi lokasi pendampingan, yaitu:

  1. Desa Pananjung
  2. Desa Pangandaran
  3. Desa Cinta Karya
  4. Desa Bojong
  5. Desa Batukaras
  6. Desa Kertayasa

C. PERIODE PELAKSANAAN

Kegiatan PPPM dilaksanakan dalam periode waktu tanggal 7 Juli 2023 s.d. 13 Agustus 2023 yang dibagi menjadi 2 (dua) bagian kegiatan, yaitu: periode pertama pada tanggal 7 Juli 2023 s.d. 14 Juli 2023. Di periode ini mahasiswa mendapatkan pembekalan dan pelatihan. Sesi pembekalan dan pelatihan ini dilaksanakan di Wisma Bintang Timur, Kab. Pangandaran.

Sedangkan untuk periode kedua yaitu pada tanggal 14 Juli s.d. 13 Agustus 2023 merupakan periode dimana mahasiswa mulai untuk tinggal dan berdinamika bersama dengan komunitas dan melakukan observasi.

D. PESERTA dan DOSEN PENDAMPING

Pada semester genap 2022/2023, kegiatan PPPM diikuti oleh sebanyak 46 orang mahasiswa dari 3 (tiga) konsentrasi studi di bawah Program Studi Filsafat Program Sarjana, yaitu: konsentrasi Teologi, Filsafat Budaya, dan Integrated Arts (IA).

Guna memaksimalkan proses pendampingan di tingkat lapangan, perwakilan masyarakat dipilih sebagai Fasilitator Lokal. Fasilitator lokal adalah fasilitator di tingkat paroki/desa yang bertugas sebagai penghubung antara mahasiswa dengan komunitas lokal/komunitas dampingan. Selain itu fasilitator lokal juga berperan sebagai pendamping mahasiswa dari mulai tahapan koordinasi dan konsultasi dengan komunitas lokal, pencarian data, perencanaan program kerja, dan implementasi.

E. METODE

Metode yang digunakan dalam perkuliahan PPPM ini menggunakan metode partisipatif. Metode ini dipraktikan melalui beberapa tahap, yaitu: tahap identifikasi, penyusunan rencana kerja, implementasi rencana kerja, monitoring & evaluasi sesuai dengan prinsip pemberdayaan masyarakat lokal dan Project Cycle Management (PCM). Dari seluruh proses tersebut prinsip saling berbagi informasi, konsultasi, kolaborasi, dan pemberdayaan melalui penguatan masyarakat lokal menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Keseluruhan proses kegiatan PPPM dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang dikembangkan dalam teknik pengambilan data dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Pembekalan Kompetensi dan Skills. Materi yang disampaikan dalam tahap ini, yaitu:
    • Kajian masalah yang meliputi: pengumpulan data sekunder, membuat peta wilayah partisipatif, penelusuran sejarah wilayah, dan mengumpulkan masalah.
    • Kajian kerentanan dan kajian kapasitas.
    • Pemetaan partisipatif untuk mendapatkan informasi tentang sejarah desa, kalender musim, dan kalender penghasilan.
    • Daily activity chart, Wealth ranking, serta teknik untuk melakukan penilaian dan pemeringkatan.
    • Analisis sebab akibat dan analisis tujuan.
    • Penulisan ilmiah.
    • Penyusunan dan penulisan laporan akhir dan rekomendasi.
  2. Kegiatan pendampingan masyarakat yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Pada tahap ini mahasiswa dibagi menjadi 8 kelompok yang ditempatkan di 8 desa/komunitas dampingan di 3 kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran. Poin-poin yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada tahap ini, yaitu:
    • Praktik pengumpulan data (sesuai tahapan materi yang diberikan di kelas).
    • Menemukan prioritas fokus masalah dan merumuskan masalah.
    • Presentasi perkembangan penelitian.
    • Proses penulisan ilmiah.
    • Proses untuk melakukan penyusunan dan penulisan laporan akhir dan rekomendasi.
  3. Monitoring dan pendampingan lapangan. Pada tahap monitoring dan pendampingan lapangan ini, masing-masing kelompok didampingi oleh dosen pendamping lapangan yang berperan untuk melakukan monitoring, supervisi, dan melakukan evaluasi atas seluruh proses di masing-masing kelompok.
  4. Ujian akhir. Pada tahap ini mahasiswa akan mempresentasikan dan melaporkan hasil penelitian yang sudah dilakukan di desa/komunitas dampingan masing-masing sesuai dengan alur penulisan ilmiah yang telah ditentukan. Pada tahap penilaian dibentuk Tim penguji yang melibatkan Kaprodi Filsafat, Tim Caritas Keuskupan Bandung, Dosen mata kuliah, Fasilitator PPPM, dan Perwakilan dari stakeholder lokal.
Alur pendampingan dan metode tersebut secara lebih detail dapat dilihat di alur pelaksanaan PPPM

Selain menggunakan metode tersebut di atas, program PPPM juga menggunakan metode pendekatan yang berfokus pada experiential-learning yang bertujuan untuk memperdayakan mahasiswa agar semakin percaya diri, mampu menentukan tindakan, dan membuat keputusan melalui pengalaman belajar di luar kampus. Maka tujuan dari kegiatan PPPM ini yaitu menitikberatkan pada perspektif dan pengalaman para mahasiswa peserta Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat agar semakin mempunyai kapasitas dalam mengembangkan sikap ilmiah yang kritis dan kreatif untuk mengembangkan potensi lokal secara kompetitif.

Maka selama proses perkuliahan ini, dosen kelas lebih fokus pada peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan membekali mahasiswa dengan keterampilan agar mahasiswa dapat menghubungkan antara konsep yang disampaikan di kelas dengan masalah riil yang terjadi di tengah masyarakat/komunitas.

F. CAPAIAN
Analisis Capaian Berdasarkan Goal

Kegiatan Pendidikan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) mampu memenuhi tiga komponen hasil agar mahasiswa merasa diberdayakan sedangkan melalui program ini masyarakat/komunitas dapat menerima manfaat program yang dilaksanakan. Indikator ketercapaian yang digunakan untuk mengukur hasil, yaitu:

  1. Kemandirian mahasiswa. Kemandirian ditunjukkan melalui ketekunan dalam mengolah sumber daya dan kesempatan untuk belajar.
  2. Mahasiswa menemukan relevansi dari keterlibatan mereka dalam proyek sosial-kemasyarakatan melalui keterampilan memahami masalah dikembangkan melalui praktik yang memungkinkan mahasiswa mempertanyakan, menganalisis, dan mensintesis informasi.
  3. Akuntabilitas proses melalui evaluasi, kritik, dan penilaian atas output yang terukur.
  4. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar dari keberhasilan dan kegagalan setiap proses yang terjadi di lapangan.
  5. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan memperkuat kompetensi leadership.
  6. Memberikan rekomendasi yang realistis bagi para mitra dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan fokus penelitian.

Analisis Capaian Berdasarkan Outcome

Capaian seluruh proses akademis PPPM meliputi:

  1. Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari kontribusi akademisi untuk mengimplementasikan keilmuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Kesadaran pentingnya untuk melakukan kajian sebelum membuat desain kerja dan pelayanan yang kontekstual.
  3. Filsafat sebagai bidang ilmu yang berada dalam ruang lingkup kajian budaya, dan kemanusiaan mampu untuk menggali nilai-nilai lokal, falsafah hidup, dan kekayaan spiritualitas yang dihidupi masyarakat.
  4. Membangun interaksi kritis dan konstruktif dengan ilmu-ilmu lain (interdisipliner).
  5. Proses belajar bersama (partisipatif) antara masyarakat lokal dan akademisi untuk merencanakan bersama berbagai aspek pembangunan masyarakat sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat lokal.
  6. Metode partisipatif dipraktikan melalui tahapan identifikasi, penyusunan rencana aksi, implementasi rencana aksi, monitoring dan evaluasi sesuai dengan alur Project Cycle Management (PCM). Dari seluruh tahap ini prinsip saling berbagi informasi, konsultasi, kolaborasi, dan pemberdayaan melalui penguatan masyarakat lokal menjadi faktor penting.

Ditranslasikan dari Laporan Kegiatan P3M 2023 Kab Pangandaran (ICS, Yusuf S)

Berita Terkini

Latest News

2025, Rumusan Eksekutif P3M

Program PPPM 2025 Fakultas Filsafat UNPAR mengusung tema penanggulangan stunting berbasis potensi lokal di Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 46 mahasiswa menerapkan riset partisipatif dan pembelajaran eksperiensial di wilayah pesisir dan pedesaan. Kegiatan ini selaras...

2024, Rumusan Eksekutif P3M

Program Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2024 Fakultas Filsafat UNPAR mengintegrasikan pembelajaran eksperiensial dengan riset partisipatif di Kabupaten Pangandaran. Empat puluh enam mahasiswa mengeksplorasi potensi lokal melalui metode Participatory...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g