Program PPPM 2025 Fakultas Filsafat UNPAR mengusung tema penanggulangan stunting berbasis potensi lokal di Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 46 mahasiswa menerapkan riset partisipatif dan pembelajaran eksperiensial di wilayah pesisir dan pedesaan. Kegiatan ini selaras dengan Perpres No. 72 Tahun 2021 dan Perbup Pangandaran No. 72 Tahun 2022, serta mendukung tiga misi daerah: pariwisata berkelanjutan, akses pendidikan, dan ketahanan ekonomi berkeadilan. Sebagai kelanjutan program 2023–2024, mahasiswa menghasilkan rekomendasi ilmiah yang relevan dengan kebutuhan riil masyarakat, mengimplementasikan visi Kampus Berdampak secara konkret dan terukur (ICS – Yusuf S).
Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki kekayaan alam yang sangat besar, baik di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan beragam destinasi wisata. Pada sisi yang lain, Kabupaten Pangandaran masih menghadapi tantangan serius dalam penanggulangan stunting, terutama di wilayah pesisir dan pedesaan. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Pangandaran masih berada pada 21,67%, melebihi rata-rata provinsi Jawa Barat. Meskipun telah terjadi penurunan, masih diperlukan upaya kolaboratif yang menyasar akar masalah seperti ketahanan pangan keluarga, akses terhadap protein hewani, sanitasi, pola asuh anak, serta rendahnya kesadaran gizi masyarakat.
Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan menyelenggarakan kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) di Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap program nasional percepatan penurunan stunting sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Pangandaran No. 72 Tahun 2022. Tentunya kegiatan ini juga merupakan kesungguhan Universitas Katolik Parahyangan dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Pangandaran yaitu Pangandaran Juara menuju wisata berkelas dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa. Kegiatan PPPM tahun ini mengangkat tema “MEWUJUDKAN PERAN AKADEMIK DALAM PENANGGULANGAN STUNTING BERBASIS POTENSI LOKAL DI KABUPATEN PANGANDARAN”
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, terdapat 3 (tigas) dari 6 (enam) misi yang harus dientaskan oleh Kabupaten Pangandaran terkait (a) Mengembangkan wisata dengan memperluas akses dan penataan berkelanjutan; (b) Mengembangkan aksesibilitas pendidikan sampal perguruan tinggi, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan serta peningkatan kompetensi lulusan; dan (c) Meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial yang berkeadilan berbasis potensi lokal. Kegiatan PPPM ini merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanakan pada tahun 2023 dan tahun 2024 di wilayah Desa Pananjung dan Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Desa Cinta Karya dan Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Desa Batukaras dan Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang.
Pada tahun 2025 ini, Kegiatan PPPM kembali menghadirkan sebuah praktik akademik yang menghubungkan konsep abstrak yang dibahas di ruang kelas dengan realitas di luar kelas sekaligus menjadi implementasi praktik Kampus Berdampak (yang sebelumnya disebut MBKM) Kemendiktisaintek. Oleh karena itu para mahasiswa akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan tentang penelitian partisipatif dan soft skill untuk tinggal di tengah masyarakat yang diharapkan dapat memunculkan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan menjadi kebutuhan nyata masyarakat yang mereka teliti
Para mahasiswa Fakultas Filsafat UNPAR mempraktikkan penelitian partisipatif sejak awal bulan Juli hingga akhir bulan Juli 2025 mendatang. Para mahasiswa berproses bersama warga, aparat pemerintah, pelaku pariwisata, petani, nelayan pelajar, dan kalangan lain di Kabupaten Pangandaran untuk mendukung proses pembelajaran berbasis pengalaman. Para mahasiswa merumuskan dan menganalisis beberapa hal sebagai berikut:
- Bagaimana kondisi aktual pemenuhan gizi keluarga di masyarakat pedesaan Kabupaten Pangandaran?
- Bagaimana pengetahuan ibu rumah tangga mengenai pencegahan stunting dan praktik pengasuhan anak usia dini?
- Sejauh mana peran kader Posyandu dalam edukasi dan pendampingan keluarga berisiko stunting?
- Apa potensi lokal yang dapat dioptimalkan dalam rangka penguatan ketahanan gizi keluarga dan edukasi masyarakat?
Tujuan dan Kegunaan
a) Tujuan
- Mengidentifikasi pola konsumsi gizi keluarga di wilayah pesisir dan pedesaan Pangandaran.
- Menganalisis tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap stunting dan praktik pengasuhan sehat.
- Menggali efektivitas peran kader Posyandu dalam intervensi komunitas terhadap penurunan stunting.
- Merumuskan rekomendasi berbasis potensi lokal untuk peningkatan ketahanan pangan dan kesadaran gizi masyarakat.
b) Kegunaan
- Mendukung capaian program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pangandaran secara partisipatif.
- Membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis penelitian lapangan dan edukasi lintas sektor.
- Menjadi wadah pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan riset dan interaksi sosial berbasis realitas lapangan.
- Menyediakan data dan analisis ilmiah yang dapat digunakan pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam pengambilan kebijakan.
Metode Penelitian dan Teknik Pengambilan Data
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA). Teknik pengambilan data meliputi: observasi lapangan, wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga, kader Posyandu, serta perangkat desa, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pemetaan sumber daya lokal. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Tahapan – Tahapan PRA sebagai berikut:
- Pembekalan Kompetensi dan Skills. Materi yang disampaikan dalam tahap ini, yaitu:
Metode Penelitian Kualitatif
Metode Participatory Rural Appraisal
Pengelempokan dan Pemeringkatan Masalah
Identifikasi Masalah
Identifikasi Sumber Daya
Kajian Kerentanan dan Kapasitas
Konsolidasi Kajian
Simulasi Kajian
Laporan Akhir dan Rekomendasi. - Kegiatan pendampingan masyarakat dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Pada tahap ini mahasiswa dibagi menjadi 8 kelompok desa/komunitas untuk tinggal di tengah masyarakat yang terdiri dari 2 Kecamatan 3 desa dan 8 Dusun. Poin-poin yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada tahap ini, yaitu:
Praktik Pengumpulan Data (sesuai tahapan materi kelas);
Menemukan prioritas fokus masalah dan merumuskan masalah
Presentasi Perkembangan Penelitian
Alternatif Rekomendasi
Proses penulisan laporan ilmiah; - Monitoring pendampingan lapangan. Pada tahap pendampingan lapangan, mahasiswa didampingi oleh dosen pendamping lapangan yang berperan untuk melakukan monitoring, evaluasi, sekaligus melakukan supervisi.
- Ujian Akhir. Pada tahap ini mahasiswa akan mempresentasikan dan melaporkan hasil penelitian di desa/komunitas mereka masing-masing sesuai dengan alur penulisan laporan ilmiah yang telah ditentukan. Tim penguji melibatkan pemerintahan desa, warga dan tokoh masyarakat, kader posyandu, guru, Ketua RT/RW, Kepala Dusun, warga dusun, Tim Caritas Bandung dan Tim Dosen PPPM FF UNPAR.
Ditranslasikan dari Laporan Kegiatan P3M 2025 Kab Pangandaran (ICS, Yusuf S)

