Program P3M selalu berupaya mempertahankan praktik baik, seperti pendampingan intensif, monitoring berkala, dan kolaborasi berbagai pihak demi meningkatkan kompetensi dan kepuasan mahasiswa. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas secara berkelanjutan, program ini juga sejnantiasa akan memperbaiki aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pendalaman materi agar lebih relevan dengan pendidikan mahasiswa dan tantangan nyata di lapangan.
Evaluasi
- Praktik baik yang perlu dipertahankan dalam seluruh proses dinamika P3M baik kuliah kelas maupun dinamika di lokasi kegiatan.
- Kunjungan dan pendapingan tim dosen dan fasilitator kepada mahasiswa pada saat di lokasi menjadi penting untuk memahami kondisi riil dan menjaga semangat mahasiswa di lokasi masing-masing.
- Kegiatan monitoring dan evaluasi progres yang dilakukan setiap minggu dengan didampingi oleh dosen/fasilitator tetap untuk setiap kelompok menjadi penting untuk sharing dinamika dan penguatan akademik di masing-masing kelompok,
- Pendampingan dari tim dosen dan tim Caritas sangat maksimal
- Pemberian biaya akomodasi dan biaya proyek dirasakan cukup membantu memperlancar kegiatan mahasiswa.
- Kepedulian tim dosen, tim Caritas, warga desa, dan pihak Wisma Bintang Timur sangat membantu memperlancar kegiatan P3M,
- Transfer pengetahuan yang dilakukan di kelas dan monitoring lapangan perlu dipertahankan dan terasa sangat membantu dengan disediakannya panduan P3M.
- Kegiatan tersebut sangat membantu pertumbuhan serta menambah wawasan mahasiswa terkait lingkungan dan kehidupan masyarakat. Mahasiswa sangat puas dengan keseluruhan proses P3M.
- Praktik yang perlu diperbaiki dan dikembangkan selama proses P3M baik kuliah kelas maupun kuliah lapangan.
- Perencanaan dan pendanaan mengenai jalannya kegiatan perlu dilakukan di awal tahun akademik.
- Penjelasan materi perkuliahan sesuai dengan alur dan diperkuat serta dipertajam melalui pendekatan studi kasus yang relevan.
- Penjelasan terkait teori dapat disampaikan pada saat perkuliahan di kelas sehingga pada saat pelaksanaan, mahasiswa dapat menerapkannya dan dikonfirmasi oleh dosen dan tim fasilitator.
- Masukan/catatan kritis utk pengembangan matakuliah P3M yang mendukung kualitas lulusan sebagai berikut:
- Pihak Fakultas Filsafat perlu menyampaikan secara detail hak dan kewajiban akademik terkait matakuliah ini karena menjadi matakuliah wajib utk semua prodi
- Tema/hasil temuan di lokasi dapat saling memperkaya mahasiswa untuk mengelaborasi topik yang dapat berguna bagi masyarakat umum baik dalam tataran kekayaan pengetahuan maupun dalam realitas konkret.
- Memberi perhatian lebih pada bagaimana merumuskan masalah berdasarkan data dan fakta, supaya tidak terkesan mengandalkan asumsi.
Rekomendasi Proses P3M
Kegiatan P3M menghasilkan beberapa rekomendasi baik untuk internal Fakultas Filsafat, Caritas Keuskupan Bandung sebagai Mitra, APP Keuskupan Bandung, dan APP Keuskupan Bogor serta semua pihak yang dengan cara dan usaha maing-masing mendukung seluruh dinamika kegiatan P3M ini. Adapun hasil rekomendasi dijabarkan dalam beberapa poin berikut ini:
- Spirit berjejaring dirasakan menjadi faktor utama yang mendukung keseluruhan dinamika kegiatan P3M di Kabupaten Pangandaran.
- Membangun paradigma bahwa Kabupaten Pangandaran sangat kaya potensinya karena tidak hanya aspek pariwisata tetapi juga aspek budaya dan ekologi yang menjadi perhatian dan daya tarik tersendiri.
- Akademisi perlu mengabil peran aktif untuk peduli dan terlibat dalam persoalan kontekstual hidup bermasyarakat melalui penelitian dan pengabdian.
- Kehadiran UNPAR di Kabupaten Pangandaran juga memberikan kesan baik bukan hanya bagi UNPAR sendiri tetapi juga bagi Gereja Katolik agar tetap hadir dan terlibat dalam dinamika hidup bermasyarakat yang lebih luas dan berdampak. Maka sangat diharapkan kegiatan P3M ini tetap berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
- Kegiatan kunjungan ke Sekolah Motekar Ciamis menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami konteks pendidikan alternatif yang lahir dari keprihatinan dan keutuhan masyarakat.

