Fakultas Filsafat, 2026 – Dalam rangka visitasi lapangan akreditasi Program Studi Studi Humanitas (Integrated Arts) yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026, tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang terdiri dari Prof. Dr. Damsar, M.A. dan Drs. Andreas Ambrosius Susanto, Ph.D., melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik di Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR).
Peninjauan Fasilitas dan Ruang Studio
Kunjungan lapangan ini mencakup observasi terhadap berbagai fasilitas pendukung pembelajaran yang dimiliki Prodi Studi Humanitas. Tim asesor meninjau gedung dan ruangan perkuliahan, laboratorium komputer, serta sejumlah studio khusus yang menjadi ciri khas pendekatan pembelajaran terintegrasi dalam program studi ini.
Adapun studio-studio yang ditinjau meliputi Studio Poetika Intermedium, Studio Poetika Interteritorial, dan Studio Poetika Interimajinasi. Keberadaan studio-studio ini merefleksikan karakteristik unik Prodi Studi Humanitas yang mengusung pendekatan Integrated Arts sebagai bidang yang mengintegrasikan berbagai dimensi estetika, sensoris, dan ekspresi kreatif dalam kerangka pemikiran filosofis.
Dialog Langsung dengan Mahasiswa dan Dosen
Dalam kesempatan ini, para asesor tidak hanya melakukan inspeksi fisik terhadap fasilitas, tetapi juga berkenan meninjau langsung aktivitas perkuliahan yang sedang berlangsung. Tim asesor berkesempatan berdialog secara intensif dengan mahasiswa yang tengah mengikuti kegiatan studio, serta berinteraksi dengan para dosen pendamping.
Kegiatan ini didampingi oleh para dosen yang juga merupakan bagian dari tim akreditasi internal, yaitu Henrycus Napitsunargo dan Theo Frids Hutabarat, beserta dosen-dosen lainnya. Kehadiran para pendamping ini memastikan bahwa proses peninjauan berjalan lancar dan memberikan konteks yang komprehensif mengenai implementasi kurikulum serta metode pembelajaran yang diterapkan.
Asesor Menangkap ‘Inti’ Humanitas Melalui Perjumpaan dengan Mahasiswa
Prof. Dr. Damsar, M.A. dan Drs. Andreas Ambrosius Susanto, Ph.D. menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap dinamika akademik yang mereka saksikan. Melalui perjumpaan langsung dengan para mahasiswa beserta aktivitas kreatif dan intelektual yang mereka jalani, tim asesor berhasil menangkap ‘inti’ atau esensi dari Prodi Studi Humanitas.
Interaksi yang terjadi dalam sesi dialog ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana pendekatan Integrated Arts diimplementasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme dan kedalaman pemikiran dalam mempresentasikan karya-karya serta refleksi filosofis mereka, yang menjadi bukti konkret kualitas proses pendidikan yang berlangsung.
Rekomendasi untuk Publikasi Audiovisual
Berdasarkan kesan dan temuan selama visitasi, tim asesor memberikan pesan konstruktif kepada Prodi Studi Humanitas. Mereka merekomendasikan agar program studi memproduksi video dan konten audiovisual lainnya sebagai media untuk memperkenalkan Integrated Arts sebagai bidang kajian baru kepada masyarakat luas.
“Perlu ada upaya sistematis untuk mengomunikasikan keunikan dan relevansi Integrated Arts kepada publik. Media audiovisual dapat menjadi sarana yang efektif untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap bidang yang relatif baru ini,” ungkap tim asesor dalam diskusi penutup.
Rekomendasi ini sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan visibilitas dan pemahaman publik terhadap Prodi Studi Humanitas, sekaligus memperkuat positioning program studi sebagai inovator dalam pendidikan filsafat dan seni di Indonesia.
Komitmen untuk Pengembangan dan Diseminasi
Menanggapi rekomendasi tersebut, pimpinan Fakultas Filsafat UNPAR beserta seluruh civitas akademika Prodi Studi Humanitas berkomitmen untuk menindaklanjuti saran dari tim asesor BAN-PT. Pengembangan konten audiovisual akan menjadi prioritas dalam strategi komunikasi dan diseminasi ilmu pengetahuan ke depan.
Keterlibatan aktif para dosen seperti Henrycus Napitsunargo dan Theo Frids Hutabarat, bersama seluruh jajaran dosen dan mahasiswa, diharapkan dapat menghasilkan materi-materi publikasi yang tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif, sehingga mampu menarik minat calon mahasiswa dan stakeholder terhadap pendekatan Integrated Arts yang ditawarkan.
Visitasi lapangan ini menjadi momentum penting bagi Prodi Studi Humanitas untuk terus memperkuat identitas akademik, meningkatkan kualitas sarana prasarana, dan memperluas jangkauan diseminasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan fakultas, Prodi Studi Humanitas optimis dapat berkontribusi signifikan dalam pengembangan kajian filsafat dan seni yang integratif, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman (ICS – Yusuf S).


