Fakultas Filsafat, 2026 – Prodi Studi Humanitas (Integrated Arts) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan kembali menghadirkan salah satu momen paling dinantikan dalam kalender akademiknya: Praktikum Pengaba Paduan Suara. Kegiatan ini menjadi puncak dari satu semester penuh latihan teknik mengaba, di mana para peserta akhirnya berkesempatan memimpin langsung di hadapan paduan suara maupun orkestra.
Praktikum akan berlangsung selama dua malam berturut-turut, yakni pada Rabu, 17 Juni dan Kamis, 18 Juni 2026, mulai pukul 18.30 hingga 21.00 WIB, bertempat di Kampus UNPAR jl. Aceh, Bandung. Kegiatan ini terbuka untuk mahasiswa internal UNPAR maupun peserta eksternal non-mahasiswa UNPAR yang mengikuti program kelas “Mengaba Orkestra atau Paduan Suara” di semester ini — masing-masing akan berpraktik sesuai peminatan mereka, baik di depan paduan suara maupun orkestra.
Dari Teknik ke Panggung
Sepanjang satu semester, para peserta menjalani proses pembelajaran yang berfokus pada teknik mengaba secara sistematis di bawah bimbingan Gregorius Gerald Pratomo, B. Mus., M. Mus. Praktikum ini bukan hanya bentuk ujian akhir — ia adalah ruang di mana penguasaan teknis bertemu dengan kepekaan musikal dan kepercayaan diri seorang pemimpin ansambel. Mahasiswa ditantang untuk tidak hanya menggerakkan tangan, tetapi benar-benar menghidupkan interpretasi musikal di hadapan para penyanyi atau pemain.
Keterlibatan peserta eksternal juga menjadi catatan menarik: Prodi Studi Humanitas membuka ruang belajar yang inklusif, mempertemukan mereka yang datang dari berbagai latar belakang dalam satu pengalaman praktis yang sama. Program ini dinamakan “Kelas Terbuka Integrated Arts” yang telah berjalan kurang lebih selama 2,5 tahun.
Melalui Praktikum Pengabaan Paduan Suara ini, Fakultas Filsafat UNPAR menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan seni yang tidak berhenti di tataran teori, tetapi berlanjut ke pengalaman nyata yang membentuk musisi sekaligus pemimpin. Selamat kepada seluruh peserta yang akan berpraktik secara langsung — semoga setiap gerakan tangan membawa musik yang berbicara. (ICS – Yusuf S)


