Program Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2024 Fakultas Filsafat UNPAR mengintegrasikan pembelajaran eksperiensial dengan riset partisipatif di Kabupaten Pangandaran. Empat puluh enam mahasiswa mengeksplorasi potensi lokal melalui metode Participatory Rural Appraisal. Kegiatan ini mencakup enam pilar pembangunan berkelanjutan, meliputi pariwisata, pendidikan, ekonomi, kerukunan, birokrasi, dan mitigasi bencana. Melalui pendampingan intensif, mahasiswa menyusun rekomendasi ilmiah berbasis data lapangan untuk memenuhi kebutuhan riil masyarakat. Proses ini menguji kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter pengabdian yang kritis, kreatif, dan berkelanjutan secara nyata (ICS – Yusuf S).

Program Pendidikan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) merupakan mata kuliah wajib di Fakultas Filsafat UNPAR. Proses perkuliahan bersifat pengetahuan dan keterampilan guna menghubungkan antara konsep yang tersampaikan di kelas dengan masalah riil yang terjadi di tengah masyarakat/komunitas. Proses perkuliahan dilaksanakan secara luring (offline) Fokus pada perkuliahan yang memiliki prioritas akademik yang sudah disepakati dengan 46 orang jumlah mahasiswa yang meliputi mahasiswa filsafat keilahian, filsafat bidaya dan seni terpadu), tim dosen, narasumber yang merupakan mitra, dan narasumber lain yang terkait langsung dengan program ini. Kegiatan PPPM tahun ini mengangkat tema “MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN PANGANDARAN YANG MANDIRI, RUKUN, DAN BERKELANJUTAN BERBASIS POTENSI LOKAL”.

Dasar Filosofis

Filosofi yang diusung adalah pengalaman itu penting untuk menghubungkan konsep abstrak yang dibahas di ruang kelas dengan realitas konkret di luar kelas melalui experiantial-learning yang bertujuan untuk memperdayakan mahasiswa agar semakin percaya diri, mampu menentukkan tindakan, dan membuat keputusan melalui pengalaman belajar di luar kampus. Maka tujuan kegiatan PPPM menitikberatkan pada perpektif dan pengalaman para mahasiswa peserta Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat agar semakin bertambah dalam mengembangkan sikap ilmiah yang kritis dan kreatif untuk mengembangkan potensi lokal secara kompetitif. Maka, Kabupaten Pangandaran menjadi pilihan lokasi PPPM dengan dasar pertimbangan aspek ragam budaya di masyarakat Kabupaten Pangandaran berupa sistem kepercayaan, sistem nilai, kesenian serta serta lembaga masyarakat belum banyak dipelajari dan diperkenalkan sebagai kekayaan budaya yang mendukung pertumbuhan Kabupaten Pangandaran sebagai Daerah Otonimi Baru (DOB). Oleh karena itu, keterlibatan para mahasiswa peserta PPPM mencakup beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mengembangkan wisata dengan memperluas akses dan penataan berkelanjutan;
  2. Mengembangkan aksesibilitas pendidikan sampal perguruan tinggi, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan serta peningkatan kompetensi lulusan;
  3. Meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial yang berkeadilan berbasis potensi lokal;
  4. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang beriman, taqwa, dan mewujudkan kerukunan kehidupan beragama;
  5. Mewujudkan reformasi birokrasi yang melayani, efektif, efisien, dan akuntabel;
  6. Meningkatkan pembangunan infrastruktur, penataan ruang, dan mitigasi bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Pembekalan

Dalam rangka memenuhi enam poin cakupan di atas, para mahasiswa dibekali dengan pengetahuan tentang penelitian yang bersifat partisipatif yang diharapkan memunculkan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan menjadi kebutuhan nyata masyarakat yang mereka teliti.

Keseluruhan proses kegiatan PPPM dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang dikembangkan dalam teknik pengambilan data dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang tahapan-tahapannya sebagai berikut:

  1. Pembekalan Kompetensi dan Skills. Materi yang disampaikan dalam tahap ini, yaitu:
    ▪ SINDU dan Pemberdayaan Masyarakat
    ▪ Metode Penelitian Kualitatif
    ▪ Root Cause Analysis
    ▪ Teori Interteritorial
    ▪ Metode Participatory Rural Appraisal
    ▪ Pengelempokan dan Pemeringkatan Masalah
    ▪ Identifikasi Masalah
    ▪ Identifikasi Sumber Daya
    ▪ Kajian Kerentanan dan Kapasitas
    ▪ Konsolidasi Kajian
    ▪ Simulasi Kajian
    ▪ Laporan Akhir dan Rekomendasi.
  2. Kegiatan pendampingan masyarakat dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Pada tahap ini mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok desa/komunitas untuk tinggal di tengah masyarakat yang terdiri 3 desa di 1 Sekolah Menengah kejuruan dalam wilayah Kabupaten Pangandaran. Poin-poin yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada tahap ini, yaitu:
    ▪ Praktik Pengumpulan Data (sesuai tahapan materi kelas);
    ▪ Menemukan prioritas fokus masalah dan merumuskan masalah
    ▪ Presentasi Perkembangan Penelitian
    ▪ Alternatif Rekomendasi
    ▪ Proses penulisan laporan ilmiah;
  3. Monitoring pendampingan lapangan. Pada tahap pendampingan lapangan, mahasiswa didampingi oleh dosen pendamping lapangan yang berperan untuk melakukan monitoring, evaluasi, sekaligus melakukan supervisi.
  4. Ujian Akhir. Pada tahap ini mahasiswa akan mempresentasikan dan melaporkan hasil penelitian di desa/komunitas mereka masing-masing sesuai dengan alur penulisan laporan ilmiah yang telah ditentukan. Tim penguji melibatkan Tim Caritas Bandung, Tim Dosen PPPM FF UNPAR, dan Dosen Administrasi Publik UNPAR.

Ditranslasikan dari Laporan Kegiatan P3M 2023 Kab Pangandaran (ICS, Yusuf S)

Berita Terkini

Latest News

Melawan Gastrocolonialism, Meninjau Food Estate di Papua dan Pentingnya Hutan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

BandungBergerak – Keseragaman pangan seperti di Indonesia yang masih bergantung pada beras, mengekspos Indonesia pada kerentanan pangan terutama dalam jangka panjang. Adanya fluktuasi harga pangan internasional, perubahan iklim, atau bencana alam, dapat dengan...

Tim Asesor BAN-PT Tinjau Sarana Prasarana dan Berdialog Langsung dengan Mahasiswa Studi Humanitas (Integrated Arts) UNPAR

Fakultas Filsafat, 2026 – Dalam rangka visitasi lapangan akreditasi Program Studi Studi Humanitas (Integrated Arts) yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026, tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang terdiri dari Prof. Dr. Damsar, M.A. dan Drs....

Pimpinan Universitas dan Fakultas Filsafat UNPAR Dukung Penuh Tindak Lanjut Revisi Akreditasi Prodi Studi Humanitas

Fakultas Filsafat, 2026 – Dalam visitasi lapangan yang berlangsung lalu, tim asesor yang terdiri dari Prof. Dr. Damsar, M.A. dan Drs. Andreas Ambrosius Susanto, Ph.D., serta didampingi oleh Novania Sari, S.E., telah melakukan verifikasi dan evaluasi mendalam....

BAN-PT Lakukan Visitasi Lapangan Akreditasi Program Studi Studi Humanitas Fakultas Filsafat UNPAR

Fakultas Filsafat, 2026 – Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan visitasi lapangan dalam rangka asesmen akreditasi Program Studi Studi Humanitas, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Kegiatan visitasi ini berlangsung...

Gagasan Sore 1: Filsafat, Perlu Gitu Cuy?

BandungBergerak – Filsafat kadang dicari dan dirindukan, tetapi kadang dihindari bahkan ditolak. Untuk yang pertama barangkali alasannya karena filsafat menyediakan dan menyajikan suatu kenikmatan bernalar yang tak ditemukan atau tersedia melalui ilmu pengetahuan pada...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g