2023: PPPM Fakultas Filsafat Unpar, Evaluasi & Rekomendasi

Evaluasi kegiatan PPPM

Masukan/catatan kritis untuk pengembangan mata kuliah PPPM yang mendukung kualitas lulusan adalah sebagai berikut:

  • Pihak Fakultas Filsafat perlu menyampaikan secara detail hak dan kewajiban akademik terkait mata kuliah ini dan kaitannya dengan MBKM.
  • Tema/hasil temuan di lokasi dapat saling memperkaya mahasiswa untuk mengelaborasi topik yang dapat berguna bagi masyarakat umum entah itu dalam tataran kekayaan pengetahuan maupun dalam realitas konkrit.
  • Memberi perhatian lebih pada bagaimana merumuskan masalah berdasarkan data dan fakta, supaya tidak terkesan mengandalkan asumsi.
  • Perihal perencanaan dan anggaran sekiranya perlu untuk dipertimbangkan karena walaupun berada dalam kabupaten atau kota yang sama, tiap wilayah mempunyai harga pasarnya masing-masing ditambah dengan keperluan yang tidak diprediksi.
  • Perlu dipertimbangkan juga soal penginapan mahasiswa. Mungkin lebih baik penginapan mahasiswa tidak menggabungkan beberapa kelompok di dalam satu penginapan karena tentunya banyak berpengaruh terhadap dinamika kelompok masing-masing.

Selain evaluasi, tim dosen dan fasilitator juga melakukan pemetaan atas praktik baik yang ditemukan selama proses pelaksanaan PPPM. Adapun temuan praktik baik yang diperoleh dan perlu dipertahankan dalam seluruh proses dinamika PPPM baik kuliah kelas maupun dinamika di lokasi kegiatan, yaitu:

  • Kunjungan dan pendampingan tim dosen dan fasilitator kepada mahasiswa pada saat di lokasi menjadi penting untuk memahami kondisi riil dan menjaga semangat mahasiswa di lokasi masing-masing.
  • Kegiatan monitoring dan evaluasi progres yang dilakukan setiap minggu dengan berkumpul bersama di wisma menjadi salah satu sesi penting untuk dapat melakukan sharing atas dinamika yang terjadi di masing-masing kelompok.
  • Pendampingan dari tim dosen, tim Caritas dan Pastor Paroki Ciamis sangat maksimal.
  • Pemberian biaya akomodasi dan biaya proyek dirasakan cukup membantu memperlancar kegiatan mahasiswa.
  • Kepedulian tim dosen, tim Caritas, warga desa, tim Pastores Paroki Ciamis, dan pihak Wisma Bintang Timur sangat membantu memperlancar kegiatan PPPM,
  • Transfer pengetahuan yang dilakukan di kelas dan monitoring lapangan perlu dipertahankan dan terasa sangat membantu dengan disediakannya panduan PPPM.
  • Kegiatan tersebut sangat membantu pertumbuhan serta menambah wawasan mahasiswa terkait lingkungan dan kehidupan masyarakat. Mahasiswa sangat puas dengan keseluruhan proses PPPM.

Rekomendasi

Kegiatan PPPM menghasilkan beberapa rekomendasi, baik untuk internal Fakultas Filsafat, Caritas Keuskupan Bandung sebagai Mitra, APP Keuskupan Bandung, Paroki St. Yohanes Ciamis, dan Bimas Katolik, Kemenag, Prov. Jawa Barat serta semua pihak yang dengan cara dan usaha maing-masing mendukung seluruh dinamika kegiatan PPPM ini.

Adapun hasil rekomendasi dijabarkan dalam beberapa poin berikut ini:

  1. Spirit berjejaring dirasakan menjadi faktor utama yang mendukung keseluruhan dinamika kegiatan PPPM di Kabupaten Pangandaran.
  2. Membangun paradigma bahwa Kabupaten Pangandaran mempunyai postensi yang sangat kaya karena tidak hanya aspek pariwisata tetapi juga aspek budaya dan ekologi yang menjadi perhatian dan daya tarik tersendiri.
  3. Akademisi perlu mengabil peran aktif untuk peduli dan terlibat dalam persoalan kontekstual hidup bermasyarakat melalui penelitian dan pengabdian.
  4. Kehadiran UNPAR di Kabupaten Pangandaran memberikan kesan baik bukan hanya bagi UNPAR sendiri tetapi juga bagi Gereja Katolik di Keuskupan Bandung agar tetap hadir dan terlibat dalam dinamika hidup bermasyarakat yang lebih luas dan berdampak. Maka sangat diharapkan hasil temuan mahasiswa ini dapat dilanjutkan melalui kegiatan PPPM di tahun-tahun mendatang.
  5. Kegiatan kunjungan di kampung kerukunan yang didukung penuh oleh Paroki Ciamis dengan menghadirkan keragaman budaya, falsafah, dan kaulinan barudak zaman baheula menjadi peluang baru untuk membangun kerja sama lintas agama dan budaya yang lebih konkrit melalui kajian akademik dan keterlibatan aktif.
  6. Toleransi yang mengarah pada kedalaman sudah seharusnya didasari pada suatu keterbukaan yang mengarah pada sikap moral dengan menekankan penghormatan kepada yang lain berdasarkan kekaguman dan kreativitas. Menjadi kreatif dalam bertoleransi berarti berkolaborasi bersama dengan semua pihak untuk mewujudkan semua potensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

Selain ke-eman rekomendasi tersebut di atas, secara teknis masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan, yaitu:

  • Perencanaan dan pendanaan mengenai jalannya kegiatan perlu dilakukan di awal Tahun akademik.
  • Penjelasan terkait teori dapat disampaikan pada saat perkuliahan di kelas sehingga pada saat pelaksanaan, mahasiswa dapat menerapkannya dan dikonfirmasi oleh dosen dan tim fasilitator.

Berita Terkini

Latest News

Gagasan Sore 1: Filsafat, Perlu Gitu Cuy?

BandungBergerak – Filsafat kadang dicari dan dirindukan, tetapi kadang dihindari bahkan ditolak. Untuk yang pertama barangkali alasannya karena filsafat menyediakan dan menyajikan suatu kenikmatan bernalar yang tak ditemukan atau tersedia melalui ilmu pengetahuan pada...

“Menjaga Suara dan Wajah Manusia” Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60

Paus Leo XIV menyampaikan pesan bertajuk “Menjaga Suara dan Wajah Manusia” ini dalam rangka memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 pada Minggu, 17 Mei 2026. Pesan ini sebetulnya dikeluarkan pada 24 Januari 2026 yang lalu dalam peringatan Santo Fransiskus de...

Kelas Sore Filsafat 2: Menguak Makna Realitas dalam Alegori Gua Plato

Fakultas Filsafat, 2026 – Program Kelas Sore Filsafat kembali menggelar diskusi publik dengan tema "Menguak Makna Realitas dalam Perumpamaan Gua Plato". Kegiatan yang merupakan bagian dari seri Serambi Filsafat ini menghadirkan Andreas Doweng Bolo, S.S., M.Hum., dosen...

Dosen Fakultas Filsafat UNPAR, Gorivana Ageza, Didapuk Sebagai Juri Internasional Seriale Indonesia 2026

Fakultas Filsafat, 2026 – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam pengembangan industri kreatif dan perfilman di Indonesia. Salah satu dosen Fakultas Filsafat, Gorivana Ageza, terpilih sebagai anggota...

Dosen Fakultas Filsafat UNPAR, Yustinus Ardhitya, Terpilih Sebagai Juri “Seriale Indonesia 2026” dalam Kolaborasi Strategis dengan Goethe-Institut

Fakultas Filsafat, 2026 – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menunjukkan kontribusi aktifnya dalam pengembangan industri kreatif dan seni di Indonesia. Salah satu dosen kami, Yustinus Ardhitya, telah resmi ditunjuk sebagai anggota juri...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g