UNPAR, 2026 – Momen peresmian gedung di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi momentum yang penuh makna bagi pengembangan dunia seni dan budaya di kampus. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya atas terselenggaranya peresmian gedung yang menjadi wadah bagi Integrated Art.
Bagi Prof. Bambang, peresmian gedung ini bukan sekadar seremonial fisik semata, melainkan menjadi pengakuan nyata atas eksistensi Integrated Art di tengah lingkungan akademik. Kehadiran gedung ini juga menjadi bentuk apresiasi tinggi dari institusi terhadap ruang-ruang kreatif yang berupaya mengintegrasikan berbagai ekspresi seni, budaya, dan pemikiran.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto menyampaikan bahwa ekosistem Integrated Art saat ini mungkin masih tergolong kecil. Namun, ia memiliki harapan besar agar ruang ini terus bertumbuh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi banyak pihak.
“Peresmian gedung ini menjadi pengakuan eksistensi dan juga apresiasi bagi kita semua. Integrated Art saat ini memang masih kecil, namun semoga ke depannya dapat semakin berkembang dan memberikan warna yang khas bagi dunia seni, ranah akademik, UNPAR, hingga masyarakat luas,” ungkapnya.
Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa seni dan akademik bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan saling melengkapi. Melalui wadah Integrated Art, diharapkan lahir berbagai kolaborasi lintas disiplin yang tidak hanya memperkaya khazanah seni, tetapi juga memperkuat identitas UNPAR sebagai institusi yang peduli pada perkembangan budaya dan kemanusiaan.
Langkah peresmian ini menjadi katalisator bagi para seniman, akademisi, dan mahasiswa untuk terus berkarya. Sinergi antara seni, akademik, dan masyarakat diharapkan terus terjalin erat, menjadikan UNPAR tidak hanya sebagai pusat keunggulan intelektual, tetapi juga ruang hidup yang dinamis, inklusif, dan berbudaya. Harapannya, Integrated Art akan terus menyalakan api kreativitas yang memberi warna dan inspirasi bagi peradaban ( ICS – Yusuf S ).


