Kelas Sore Filsafat Hadir di Perpustakaan Bunga di Tembok
Fakultas Filsafat, 2026 – Fakultas Filsafat kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan filsafat sebagai ruang hidup, bukan sekadar diskursus akademik. Dalam rangka kerjasama institusi dengan Fakultas Filsafat, salah satu forum diskusi filsafat yang disebut Serambi Filsafat, yang dibentuk oleh dosen-dosen Fakultas Filsafat UNPAR, yaitu oleh Dr. Sylvester Kanisius Laku dan A. Sophan Adjie Setiarmo, SS., M. Hum, bekerja sama dengan Yayasan Cerita Langit Inspirasi, Bandung Begerak, dan Perpustakaan Bunga di Tembok, pada Kamis, 30 April 2026, secara resmi meluncurkan Kelas Sore Filsafat—sebuah forum diskusi publik yang terbuka, gratis, dan dirancang untuk menjembatani dunia pemikiran dengan kehidupan keseharian masyarakat kota Bandung.
Sesi perdana mengangkat tema “Filsafat & Relevansinya dengan Dunia Masa Kini”, dengan menghadirkan Dr. Sylvester Kanisius L. sebagai pembicara utama. Dalam suasana santai di Perpustakaan Bunga di Tembok mulai pukul 18.30 WIB, Dr. Sylvester mengajak peserta untuk merenungkan kembali mengapa cara berpikir filsafat tetap tidak tergantikan di tengah arus perubahan realitas modern yang begitu cepat. Ia menekankan bahwa filsafat bukan warisan purba yang berhenti di halaman buku teks, melainkan alat berpikir kritis dan reflektif yang justru semakin dibutuhkan di era kompleksitas dan ketidakpastian saat ini.
Kehadiran Kelas Sore Filsafat merupakan wujud nyata kerja sama lintas sektor yang digagas oleh Serambi Filsafat bersama mitra-mitra komunitas, yaitu Yayasan Cerita Langit Inspirasi, Bandung Bergerak, dan Perpustakaan Bunga di Tembok. Fakultas Filsafat menawarkan kajian kritis filosofis, Yayasan Cerita Langit Inspirasi melalui visi pemberdayaan masyarakat mencoba menghadirkan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan memberdayakan, Bandung Bergerak membawa semangat gerakan sipil dan keterlibatan warga, sementara Perpustakaan Bunga di Tembok menyediakan ruang fisik yang hangat dan egaliter—tempat di mana siapa pun, tanpa memandang latar belakang pendidikan, dapat duduk bersama dan berpikir bersama.
Program ini sekaligus menjadi perpanjangan tangan Fakultas Filsafat dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Dengan format yang ringan namun substantif, Kelas Sore Filsafat diharapkan menjadi ruang pertemuan rutin antara akademisi dan publik luas—terutama generasi muda Bandung yang ingin mengasah kemampuan berpikir kritis, mempertanyakan asumsi-asumsi yang selama ini dianggap lumrah, dan menemukan makna di balik realitas yang mereka hadapi setiap hari.
Melalui kerjasama institusional ini, Fakultas Filsafat, khususnya, bertekad untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat umum, mahasiswa lintas universitas, dan siapa pun yang memiliki keingintahuan intelektual untuk bergabung dalam sesi-sesi berikutnya. Kelas Sore Filsafat akan terus hadir secara berkala dengan tema-tema yang relevan dan pembicara yang beragam (ICS–Yusuf S)

