Universitas dan Institusi Budaya di Era Ketidakpastian

FILSAFAT.AC.ID, 2026, Di tengah gelombang disrupsi global yang menerpa berbagai sendi kehidupan, peran universitas dan institusi budaya menjadi semakin krusial. Hal ini mengemuka dalam diskusi panel bertajuk “Culture in an Age of Uncertainty: The Role of Universities, Cultural Institutions and International Cooperation Today“, yang menjadi bagian dari rangkaian acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dan Goethe-Institut, Selasa (10/2/2026).

Dosen Fakultas Filsafat UNPAR, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto, sebagai pembicara, menyoroti bahwa abad ke-21 telah memasuki fase yang ia sebut sebagai “Age of Upheaval” atau zaman gejolak. Menurut Prof. Bambang, struktur makna dalam masyarakat sedang mengalami pergeseran fundamental akibat dinamika jaringan global yang mengubah pola pikir linear menjadi perspektif multilateral.

Dari “Knowledge is Power” menuju “Thinking is Power”

Dalam paparannya, Bambang menegaskan adanya redefinisi paradigma pengetahuan yang mendesak untuk dilakukan. Slogan klasik “knowledge is power” (pengetahuan adalah kekuatan) dinilai mulai kehilangan dominasinya dalam era di mana sumber pengetahuan terbuka begitu melimpah.

“Fokus kita harus bergeser menuju thinking is power”. Penekanan diberikan pada kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Kapasitas refleksi inilah yang menjadi fondasi utama dalam menghadapi kompleksitas realitas kontemporer,” ujar Bambang.

Ia menambahkan bahwa arus informasi yang meningkat secara eksponensial tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga menimbulkan tekanan kognitif dan risiko bagi kesehatan mental. Oleh karena itu, universitas tidak bisa lagi hanya menjadi menara gading akumulasi pengetahuan, melainkan harus bertransformasi menjadi ruang eksplorasi bebas dan intensif.

Relevansi Baru Seni dan Humaniora

Diskusi ini juga menyoroti posisi strategis bidang seni dan humaniora. Di tengah ketidakpastian, seni dipahami bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan sebagai refleksi filosofis atas kemanusiaan.

“Seni berfungsi sebagai medium eksplorasi makna dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi peradaban. Pendekatan humanistik inilah yang akan memperluas horizon pemahaman kita terhadap realitas sosial yang semakin rumit,” jelasnya.

Kolaborasi sebagai Kebutuhan Struktural

Menanggapi konteks tersebut, Bambang memosisikan kolaborasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan struktural. Interaksi antarindividu dan antarlembaga dinilai vital untuk menghasilkan proses saling menginspirasi dan pembelajaran kolektif yang memperkuat daya adaptasi.

Universitas, menurutnya, memiliki tanggung jawab besar untuk membangun ekosistem kolaboratif ini melalui:

  1. Produksi dan distribusi pengetahuan yang sistematis.
  2. Pengembangan kolaborasi institusional lintas batas.
  3. Membangun mekanisme pembelajaran dari kesalahan (learning from mistakes) secara terstruktur.
Simbol Komitmen Global

Penandatanganan MoU antara UNPAR dan Goethe-Institut yang berlangsung di Goethe-Institut Bandung (Jl. L.L.R.E. Martadinata 48) ini menjadi simbol konkret dari komitmen tersebut. Kerja sama ini diharapkan memperkuat integrasi perspektif global dalam kurikulum dan kegiatan mahasiswa, serta membuka akses terhadap pertukaran gagasan dan praktik terbaik internasional. Selain UNPAR, kerja sama juga dijalin dengan 5 (lima) universitas lainnya, yaitu Telkom University, Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Widyatama.

Sebagai penutup, diskusi ini menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi bergantung pada integrasi antara refleksi kritis, kolaborasi lintas disiplin, dan keterbukaan terhadap dinamika global. Orientasi pendidikan pun harus bergeser dari sekadar akumulasi pengetahuan menuju transformasi kesadaran.

Kehadiran para pihak dalam acara ini, termasuk Constanze Michel Direktur Goethe-Institut Regional Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru, menjadi bukti nyata upaya bersama dalam merespons tantangan zaman melalui jalur pendidikan dan kebudayaan. -ICS- (Yusuf S).

Berita Terkini

Latest News

Fakultas Filsafat UNPAR Ramaikan UNPAR XPERIENCE 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif yang Memikat Gen Z

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menggelar ajang tahunan bertajuk UNPAR XPERIENCE yang berlangsung meriah pada 20 hingga 25 Juli 2026. Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara Open House ini adalah UNPAR XPERIENCE TALK,...

Pameran LO.T.R.E: Eksplorasi Makna Seni Melalui Sistem Lotre dalam Apresiasi Karya Mahasiswa Integrated Arts UNPAR

Fakultas Filsafat, 2026 – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui program Studi Integrated Arts kembali menghadirkan terobosan dalam dunia apresiasi seni dengan menyelenggarakan Pameran LO.T.R.E yang merupakan akronim dari "(LO)ket (T)ukar...

Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto: Peresmian Gedung Menjadi Pengakuan Eksistensi Integrated Art

UNPAR, 2026 – Momen peresmian gedung di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi momentum yang penuh makna bagi pengembangan dunia seni dan budaya di kampus. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto menyampaikan ucapan terima...

Refleksi Rektor UNPAR: Integrated Art Napaskan Jiwa Baru pada Gedung Bersejarah Jalan Aceh

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang terus menua dalam perjalanannya tetap menunjukkan dinamika dan relevansinya di era kontemporer. Salah satu wujud nyata dari dinamika tersebut adalah kehadiran komunitas Integrated Art yang membawa...

Dosen Fakultas Filsafat UNPAR, Willfridus Demetrius Siga, Tawarkan Perspektif Ekoteologi dan Keadilan Lingkungan dalam Saresehan Seren Taun Cigugur 2026

FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen akademik dalam merespons krisis lingkungan, Dosen Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Willfridus Demetrius Siga, S.S., M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam "Saresehan Ekoteologi" yang...

Video

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (6)

https://www.youtube.com/watch?v=8aBbYhOnx6I

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (5)

https://www.youtube.com/watch?v=1G7luV8RMK8

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (4)

https://www.youtube.com/watch?v=msEEmb8Y6IE

2023, P3M Fakultas Filsafat Unpar, Pangandaran, Jawa Barat (3)

https://www.youtube.com/watch?v=0AUhbyTq19g