UNPAR dan Goethe-Institut Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Budaya

Fakultas Filsataf — Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) bersama Goethe-Institut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Goethe-Institut Bandung sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, serta dialog internasional. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UNPAR, Prof. Ir. Tri Basuki Joewono, Ph.D., bersama Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel.

Selain UNPAR, kerja sama ini juga melibatkan lima universitas lain di Bandung: Universitas Telkom, Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Widyatama. Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan program bersama, mulai dari penguatan pembelajaran bahasa Jerman, penerjemahan karya sastra anak dan remaja, hingga eksplorasi produksi film serial yang melibatkan mahasiswa dan dosen lintas kampus.

Constanze Michel menekankan bahwa Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang lintas disiplin dan negara. “Pertukaran budaya saat ini bukan lagi satu arah, melainkan saling memperkaya—bagi Indonesia, bagi Jerman, dan bagi masa depan global bersama,” ujarnya.

Rektor UNPAR menambahkan, “Berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, kami secara aktif membangun kolaborasi strategis untuk menciptakan dampak sosial yang bermakna. Bersama Goethe-Institut sebagai mitra strategis, kami yakin dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kepentingan bersama.”

Keterkaitan dengan Program Fakultas Filsafat UNPAR

Penandatanganan MoU ini juga sejalan dengan kerja sama yang telah terjalin antara Fakultas Filsafat UNPAR dan Goethe-Institut. Pada Desember 2025 lalu, Fakultas Filsafat UNPAR bersama Goethe-Institut menyelenggarakan Studium Generale “50 Years After the Passing of Hannah Arendt – Political Friendship Amid Multiple Crises”.

Acara tersebut menghadirkan dua intelektual dari Jerman, Prof. Nikita Dhawan (Dresden University of Technology) dan Prof. Maria do Mar Castro Varela (Alice Salomon University of Applied Sciences Berlin), yang membawakan ceramah tentang pentingnya membangun aliansi politik dalam kerangka pemikiran Hannah Arendt. Dr. Stephanus Djunatan (Fakultas Filsafat UNPAR) turut menjadi pembicara tamu, sementara Dr. Thomas Kristiatmo bertindak sebagai moderator.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 50 tahun wafatnya Hannah Arendt, sekaligus menegaskan komitmen UNPAR dan Goethe-Institut dalam menghubungkan refleksi filosofis dengan tantangan global masa kini.

Dengan adanya MoU ini, UNPAR bersama Goethe-Institut tidak hanya memperluas jejaring akademik dan budaya, tetapi juga memperkuat fondasi kerja sama yang telah terbangun melalui program-program sebelumnya. Dari diskusi filosofis tentang Hannah Arendt hingga proyek kolaboratif lintas kampus, kolaborasi ini menegaskan peran universitas dan lembaga kebudayaan sebagai aktor penting dalam membangun masa depan yang berkelanjutan (YS,2026).

Berita Terkini

Latest News

Terlindungi: Filsafat dan Relevansinya dengan dunia Masa Kini (Dr. Kanisius Laku)

Diamankan dengan Kata Sandi

Untuk menampilkan postingan ini, masukkan kata sandi bawah:

Kuliah Umum Internasional: Perspektif Agama dari China

FILSAFAT.AC.ID, Fakultas Filsafat menyelenggarakan kuliah umum bertema “Religion from the Perspective of China.” Kegiatan menghadirkan Prof. Guo Wu sebagai pembicara utama. Prof. Guo Wu merupakan Wakil Direktur Judaism and Interreligious Study Center, Shandong...

Fakultas Filsafat UNPAR Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Shandong University, Tiongkok

FILSAFAT.AC.ID, 17/04/2026, Universitas Katolik Parahyangan, melalui Direktorat Urusan Internasional, Kerja Sama, dan Alumni, bekerja sama dengan Center for Philosophy and Cultural Research and Studies (CPCReS), Fakultas Filsafat UNPAR, menerima kunjungan akademik...

Universitas dan Institusi Budaya di Era Ketidakpastian

Di tengah gelombang disrupsi global yang menerpa berbagai sendi kehidupan, peran universitas dan institusi budaya menjadi semakin krusial. Hal ini mengemuka dalam diskusi panel bertajuk “Culture in an Age of Uncertainty: The Role of Universities, Cultural Institutions...

Buka Puasa Bersama Fakultas Filsafat Unpar: Merajut Keberagaman dalam Suasana Suci

Di tengah hangatnya suasana menjelang dan selama bulan suci Ramadhan, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menggelar acara Buka Puasa Bersama yang sarat makna. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah perwujudan nyata dari...

Video

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Wisma Bintang Timur, Pangandaran

https://youtu.be/0PX86ALx7sE?si=Htfw90n4SVWL-2V9

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Ciamis

https://youtu.be/DXfygJrDTkg?si=UCxoFypBeKCDXX_H

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Desa Batukaras, Kab. Pangandaran

https://youtu.be/lOTant432m0?si=xRzxWlAdSKGbrMde

2025, P3M Fakultas Filsafat Unpar di Ciamis

https://youtu.be/nKfVC6dVXEc?si=UgHJu2dbgkGGHIYb